Indeks diprediksi menguat, apa faktornya?



KONTAN.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/8) ditutup menguat 0,33%. Indeks ditutup pada level 5.880,29 setelah dibuka pada level 5.862,59. Indeks sempat menyentuh level tertinggi pada 5.885,59. Riska Afriani analis OSO Sekuritas memprediksi IHSG pada perdagangan Rabu (23/8) masih akan bergerak cenderung terbatas.  Dia menambahkan, bila nantinya Gubernur BI mengatakan ekonomi akan baik-baik saja, maka akan jadi pergerakan indeks yang positif pada hari ini. "Tapi kalau BI ada komentar perlu hati-hati terhadap geopolitik AS dan Korut ini bisa jadi sinyal juga buat pasar," lanjutnya. Namun, menurutnya pengaruh geopolitik antara Amerika Serikat dan Korea Utara tidak akan berdampak signifikan terhadap indeks. Dia berkaca dari sewaktu indeks memecahkan rekor pada level 5.900, masih didominasi oleh pelaku pasar domestik. "Waktu itu asing masih melanjutkan nett sell," tambahnya. Nah, kemarin, asing sudah mencatatkan nett buy sebesar Rp 337,2 miliar. Sedangkan indeks pada hari ini, Rabu (23/8) diperkirakan akan bergerak menguat terbatas dengan range 5.858-5.905. Kemungkinan IHSG akan bergerak mix. Sebelumnya, banyak orang melihat ekonomi berdasar kinerja kuartal 2-2017. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada 5,01% di kuartal 2, juga dinilai akan memberatkan target pada kuartal 3 dan 4. Pasalnya, mereka harus mencapai target lebih tinggi.

"Paling tidak, average harus bisa 5,3%-5,4% untuk kuartal 3 dan 4," imbuhnya. Bila target pada kuartal 3 dan 4 tersebut tercapai, maka bisa mengejar target ekonomi pada tahun ini di 5,2%. Dia menambahkan, pemerintah akan gencar membelanjakan anggaran pada kuartal 3 dan 4. "Jadi ekonomi akan lebih kencang di akhir tahun," ungkapnya. Muhammad Nafan Aji analis Binaartha Parama Sekuritas memprediksi, indeks hari ini diprediksi menguat dengan range 5.853-5.899. Sentimen positifnya berasal dari adanya BI Rate 7 Days Reverse Repo Rate. "Technical mendukung bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation," tambahnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dessy Rosalina