Hari ini, rupiah bergerak Rp 14.600 - Rp 14.800



JAKARTA. Rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya dibandingkan akhir pekan lalu. Ambruknya data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) bisa memicu penguatan rupiah hari ini. 

Di pasar spot, Jumat (2/10), nilai tukar rupiah terhadap USD menguat 0,31% ke Rp 14.645 dibanding hari sebelumnya. Namun kurs tengah Bank Indonesia, rupiah masih melemah 0,38% ke Rp 14.709 per dollar AS.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, mengatakan, intervensi Bank Indonesia (BI) ampuh mempertahankan rupiah. Data non farm payroll AS yang jauh dari harapan pasar akan memicu  penguatan rupiah, Senin (5/10).


"Data tenaga kerja mengindikasikan solidnya ekonomi AS. Jika datanya buruk, imbasnya kepercayaan pasar bisa menipis dan indeks USD kendor," jelas Josua.

Namun, kenaikan rupiah diproyeksikan akan terbatas. Data cadangan devisa September bisa menjegal langkah rupiah. "Cadangan devisa bisa saja di US$ 100 miliar – US$ 103 miliar," ramal Josua.

Research and Analyst Monex Investindo Futures Agus Chandra menduga, rupiah minim katalis positif. Data terbaru menunjukkan, indeks kepercayaan konsumen turun tajam dari 112,6 ke posisi 97,5. "Pelaku pasar juga akan mengantisipasi data cadangan devisa Indonesia per September yang kemungkinan turun lagi," katanya.

Agus memproyeksikan rupiah melemah tipis dan bergerak dalam level Rp 14.600-Rp 14.800. Prediksi Josua, rupiah bergerak di rentang Rp 14.600-Rp 14.710.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News