Harita Nickel (NCKL) Pacu Efisiensi Operasional Hadapi Dinamika Industri Nikel Global



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi dinamika industri nikel global pada tahun 2026.

Emiten yang juga dikenal dengan nama Harita Nickel ini akan melanjutkan upaya pengelolaan operasional secara terukur di seluruh rantai nilai terintegrasi, mulai dari kegiatan penambangan hingga pengolahan.

Head of Investor Relations Harita Nickel, Lukito Gozali mengungkapkan NCKL terus menjaga efisiensi operasional dan penerapan praktik usaha yang bertanggung jawab di tengah dinamika industri nikel yang semakin menantang.


"Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab," kata Lukito melalui keterangan tertulis pada akhir pekan lalu.

Baca Juga: Tambah Pabrik & Produk, Sariguna (CLEO) Targetkan Penjualan Tumbuh Dobel Digit

Integrasi dari penambangan hingga pengolahan membantu NCKL mengelola produktivitas dan efektivitas operasional secara lebih baik. Lukito memastikan, langkah ini dilakukan dengan tetap memperhatikan tata kelola serta keberlanjutan usaha jangka panjang.

Secara kinerja, NCKL meraih pendapatan sebesar Rp 29,63 triliun pada 2025 dan Rp 6,81 triliun pada kuartal I-2026. Lukito menegaskan, NCKL akan terus menjalankan operasional secara terukur di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Dari sisi operasional, Lukito menyatakan seluruh lini produksi berjalan sesuai target yang ditetapkan. Mencakup segmen penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi melalui jalur Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), serta pengolahan hidrometalurgi melalui jalur High Pressure Acid Leaching (HPAL) yang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan nikel sulfat. 

"Perseroan menjaga pendekatan operasional yang terukur di seluruh rantai nilai sebagai respons terhadap dinamika pasar yang sangat dinamis belakangan ini," imbuh Lukito. 

NCKL juga melanjutkan berbagai inisiatif pemanfaatan energi terbarukan secara bertahap, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 40 Megawatt Peak (MWp), pembangkit listrik berbasis pemanfaatan panas buang dari fasilitas HPAL berkapasitas 50 MWp.

Di samping itu, NCKL melakukan pengembangan Energy Management System yang sejalan dengan standar ISO:50001 guna memastikan efisiensi penggunaan energi yang lebih terukur dan berkelanjutan.

 
NCKL Chart by TradingView

NCKL saat ini juga telah memasuki tahapan corrective action dalam proses evaluasi kinerja berdasarkan standar The Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA).

NCKL bersiap menjalani audit Responsible Minerals Assurance Process (RMAP) Supply Chain Due Diligence Plus (SCDDP) Module sebagai bagian dari penguatan standar ESG lebih lanjut dan praktik rantai pasok yang bertanggung jawab.

"Harita Nickel juga terus memperkuat komitmen pengurangan emisi karbon menuju target net zero emission pada 2060," ujar Lukito.

Pada kuartal I-2026, NCKL mencatat penghindaran emisi sebesar 977.278 ton CO2e, meningkat 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hasil ini didukung oleh pemanfaatan kembali panas buang (waste heat recovery), penggunaan biosolar, serta penerapan teknologi gasifikasi batubara.  

Menurut Lukito, integrasi dari penambangan hingga pengolahan memungkinkan NCKL menjaga produktivitas, meningkatkan efektivitas operasional, serta memperkuat ketahanan usaha dalam menghadapi perkembangan industri ke depan.

"Di tengah dinamika industri yang terus berkembang dan semakin menantang, perusahaan akan tetap berfokus pada efisiensi, optimalisasi operasional, dan penguatan daya saing jangka panjang," tutup Lukito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News