Menjaga kepuasan pelanggan menjadi salah satu kunci sukses bagi Harjanto Sudarsono dalam mengelola usaha. Dengan layanan yang prima, ia berhasil menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Alhasil, bisnisnya terus berkembang sampai sekarang.Jujur dan pantang menyerah. Begitulah prinsip yang selama ini dipegang Harjanto Sudarsono, pendiri sekaligus pimpinan PT Xerography Indonesia, perusahaan digital printing dan percetakan di Jakarta. Bermula dari usaha keluarga dalam menyediakan jasa fotokopi yang didirikan oleh mendiang ayahnya, Harjanto banyak belajar tentang bisnis fotokopi. Satu hal yang paling diingat Harjanto tentang ayahnya adalah sikapnya yang jujur. Ia mengisahkan, awal mulanya ayahnya bisa memiliki mesin fotokopi karena dipercaya oleh teman-temannya. "Mereka menyediakan modal, ayah saya menjalankan usaha. Jadi ayah saya dipilih karena dikenal jujur. Itu yang selalu saya pegang," katanya.Harjanto yakin, dengan sikap jujur tidak akan kehilangan pelanggan. Ia bercerita, pernah suatu kali menerima pelanggan dari kalangan artis yang ingin membuat buku tentang perjalanan kariernya. Sang artis meminta dibikinkan buku yang mewah. Soal anggaran sama sekali bukan masalah asal hasilnya bagus. Bukannya merekomendasikan kertas mahal, ia justru menyarankan artis tersebut memakai kertas HVS kuning yang harganya jauh lebih murah. "Saya pikir kalau ingin membuat buku tentang perjalanan karier, bagusnya pakai kertas HVS kuning yang menimbulkan kesan kuno," kata Harjanto.Akhirnya, ia membuatkan contoh buku dalam dua versi. Yang satu memakai kertas mahal dan satunya menggunakan kertas HVS kuning. Hasilnya, si artis terkesan dengan contoh buku yang memakai kertas HVS kuning. "Sampai sekarang dia jadi pelanggan saya. Intinya saya tidak ingin pelanggan merasa kemahalan dan memikirkan keberlanjutan," tukasnya.Untuk memuaskan pelanggannya, ia kini menyediakan layanan pemeriksaan file sebelum dicetak. Selain itu, ada juga layanan konsultasi yang membantu pelanggan mencetak sesuai dengan bahan yang tepat. Layanan ini penting karena 70% biaya cetak tergantung bahan cetakannya. Harjanto juga menekankan kepada pelanggannya bahwa desain yang mewah tidak harus menggunakan bahan mahal. Efek mewah bisa didapat dengan penyesuaian bahan yang tepat untuk menghemat biaya.Selain konsultasi bahan, ia juga memberikan layanan konsultasi desain. Untuk itu, ia membentuk satu tim yang berpengalaman di bidang desain. Terbukti, tim bentukannya ini terpilih sebagai salah satu pemenang dalam kompetisi desain tingkat Asia kategori art fotobook.Rencananya, tim ini akan mewakili Asia Pasifik untuk mengikuti kompetisi cetak tahunan tingkat dunia yang diadakan Dscoop. Ini adalah asosiasi pemilik bisnis seni grafis dan profesional yang menggunakan mesin digital.Ia berharap, semua yang dilakukannya itu bisa memuaskan para pelanggannya. Hal itu penting karena layanan yang prima dapat menumbuhkan kepercayaan pelanggan. "Dengan begitu bisnis bisa berkembang. Apalagi, persaingan bisnis percetakan sekarang semakin ketat," ujarnya. (Bersambung)Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Harjanto puaskan pelanggan dengan saran (2)
Menjaga kepuasan pelanggan menjadi salah satu kunci sukses bagi Harjanto Sudarsono dalam mengelola usaha. Dengan layanan yang prima, ia berhasil menumbuhkan kepercayaan pelanggan. Alhasil, bisnisnya terus berkembang sampai sekarang.Jujur dan pantang menyerah. Begitulah prinsip yang selama ini dipegang Harjanto Sudarsono, pendiri sekaligus pimpinan PT Xerography Indonesia, perusahaan digital printing dan percetakan di Jakarta. Bermula dari usaha keluarga dalam menyediakan jasa fotokopi yang didirikan oleh mendiang ayahnya, Harjanto banyak belajar tentang bisnis fotokopi. Satu hal yang paling diingat Harjanto tentang ayahnya adalah sikapnya yang jujur. Ia mengisahkan, awal mulanya ayahnya bisa memiliki mesin fotokopi karena dipercaya oleh teman-temannya. "Mereka menyediakan modal, ayah saya menjalankan usaha. Jadi ayah saya dipilih karena dikenal jujur. Itu yang selalu saya pegang," katanya.Harjanto yakin, dengan sikap jujur tidak akan kehilangan pelanggan. Ia bercerita, pernah suatu kali menerima pelanggan dari kalangan artis yang ingin membuat buku tentang perjalanan kariernya. Sang artis meminta dibikinkan buku yang mewah. Soal anggaran sama sekali bukan masalah asal hasilnya bagus. Bukannya merekomendasikan kertas mahal, ia justru menyarankan artis tersebut memakai kertas HVS kuning yang harganya jauh lebih murah. "Saya pikir kalau ingin membuat buku tentang perjalanan karier, bagusnya pakai kertas HVS kuning yang menimbulkan kesan kuno," kata Harjanto.Akhirnya, ia membuatkan contoh buku dalam dua versi. Yang satu memakai kertas mahal dan satunya menggunakan kertas HVS kuning. Hasilnya, si artis terkesan dengan contoh buku yang memakai kertas HVS kuning. "Sampai sekarang dia jadi pelanggan saya. Intinya saya tidak ingin pelanggan merasa kemahalan dan memikirkan keberlanjutan," tukasnya.Untuk memuaskan pelanggannya, ia kini menyediakan layanan pemeriksaan file sebelum dicetak. Selain itu, ada juga layanan konsultasi yang membantu pelanggan mencetak sesuai dengan bahan yang tepat. Layanan ini penting karena 70% biaya cetak tergantung bahan cetakannya. Harjanto juga menekankan kepada pelanggannya bahwa desain yang mewah tidak harus menggunakan bahan mahal. Efek mewah bisa didapat dengan penyesuaian bahan yang tepat untuk menghemat biaya.Selain konsultasi bahan, ia juga memberikan layanan konsultasi desain. Untuk itu, ia membentuk satu tim yang berpengalaman di bidang desain. Terbukti, tim bentukannya ini terpilih sebagai salah satu pemenang dalam kompetisi desain tingkat Asia kategori art fotobook.Rencananya, tim ini akan mewakili Asia Pasifik untuk mengikuti kompetisi cetak tahunan tingkat dunia yang diadakan Dscoop. Ini adalah asosiasi pemilik bisnis seni grafis dan profesional yang menggunakan mesin digital.Ia berharap, semua yang dilakukannya itu bisa memuaskan para pelanggannya. Hal itu penting karena layanan yang prima dapat menumbuhkan kepercayaan pelanggan. "Dengan begitu bisnis bisa berkembang. Apalagi, persaingan bisnis percetakan sekarang semakin ketat," ujarnya. (Bersambung)Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News