Di usia yang masih muda, Harry Akbar sudah sukses berbisnis batik khas Jambi dengan omzet ratusan juta per bulan. Kendati omzetnya ratusan juta, sejak awal merintis usaha, ia tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Harry ingin, bisnis yang dikelolanya juga memberikan dampak sosial bagi lingkungannya. Itu sebabnya, sebagian besar karyawannya merupakan orang kampung di sekitar lokasi usahanya. Rumah produksinya sendiri berada di Kecamatan Thehok, Jambi. Ia memfasilitasi masyarakat sekitar untuk bekerja di rumah produksi miliknya itu. Hal itu dilakukan sejak tahun 2009 hingga sekarang. "Sejak awal, saya memang ingin mengangkat dan memberdayakan masyarakat di sekitar tempat usaha saya," katanya.
Harry berdayakan warga lewat kerajinan batik (2)
Di usia yang masih muda, Harry Akbar sudah sukses berbisnis batik khas Jambi dengan omzet ratusan juta per bulan. Kendati omzetnya ratusan juta, sejak awal merintis usaha, ia tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Harry ingin, bisnis yang dikelolanya juga memberikan dampak sosial bagi lingkungannya. Itu sebabnya, sebagian besar karyawannya merupakan orang kampung di sekitar lokasi usahanya. Rumah produksinya sendiri berada di Kecamatan Thehok, Jambi. Ia memfasilitasi masyarakat sekitar untuk bekerja di rumah produksi miliknya itu. Hal itu dilakukan sejak tahun 2009 hingga sekarang. "Sejak awal, saya memang ingin mengangkat dan memberdayakan masyarakat di sekitar tempat usaha saya," katanya.