KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) melakukan pelunasan utang kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Melansir keterbukaan informasi tanggal 5 Oktober 2026, MEJA melunasi utang kepada BBCA atas fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Rekening Koran (KRK). Corporate Secretary MEJA, Habibah Jannah mengatakan, pada tanggal 30 September 2026, perseroan telah melunasi utang kepada BCA atas fasilitas KMK dengan plafon Rp 2 miliar dan KRK dengan plafon Rp 1 miliar. Total plafon kedua fasilitas tersebut adalah Rp 3 miliar.
“Pelunasan tersebut dilakukan dalam rangka pengelolaan struktur permodalan dan kewajiban keuangan secara lebih prudent, dengan mengurangi kewajiban kredit atas kedua fasilitas tersebut serta risiko yang terkait dengan pembayaran pokok, bunga, dan kebutuhan pendanaan kembali,” ujarnya dalam dokumen tersebut.
Baca Juga: Laba Pertamina Geothermal (PGEO) Tumbuh 15,48%, Produksi Geothermal Cetak Rekor Habibah menjelaskan, penyelesaian kewajiban ini mengurangi eksposur MEJA terhadap risiko gagal bayar atas fasilitas yang telah dilunasi. “Berkurangnya kewajiban pembayaran bunga ke depan atas saldo pinjaman tersebut juga mendukung efisiensi biaya pendanaan dan mengurangi tekanan pembayaran utang terhadap arus kas pada periode berikutnya,” katanya. Selain itu, langkah ini menunjukkan komitmen MEJA dalam memenuhi kewajiban kepada kreditur dan menerapkan disiplin keuangan. Pengelolaan kewajiban yang terukur mendukung fleksibilitas operasional dan pengembangan usaha, dengan tetap memperhatikan kecukupan modal kerja. “Pelunasan ini juga mendukung rencana perbaikan bisnis konstruksi dan desain interior MEJA yang berjalan dengan baik,” ungkapnya. Lebih lanjut, pelunasan ini menjadi salah satu indikator positif dalam menilai disiplin pengelolaan keuangan dan profil risiko perseroan. Penyelesaian kewajiban kredit serta berkurangnya beban bunga atas fasilitas tersebut diharapkan memperkuat kepercayaan investor terhadap kemampuan MEJA mengelola kewajiban dan mendukung penciptaan nilai dalam jangka panjang.
Baca Juga: PTPP Tunda Pembayaran Bunga Obligasi, Ini Kata Analis Habibah menegaskan, pelunasan kedua fasilitas BCA tersebut mengurangi risiko gagal bayar, kebutuhan pendanaan kembali, dan beban bunga ke depan, sehingga mendukung efisiensi biaya pendanaan serta fleksibilitas keuangan MEJA. “Perusahaan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas dan modal kerja. Sejalan dengan perbaikan bisnis konstruksi dan desain interior yang berjalan dengan baik serta efisiensi tersebut, manajemen berharap kinerja keuangan perusahaan positif pada semester II tahun 2026,” tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News