Harta Kekayaan Kevin Warsh: Calon Ketua The Fed Pilihan Trump



KONTAN.CO.ID - Pada 30 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed), menggantikan Jerome Powell mulai Mei 2026.

Jika disetujui oleh Senat, Warsh akan memimpin bank sentral AS selama empat tahun ke depan, dengan tugas utama mengarahkan kebijakan suku bunga untuk menjaga keseimbangan antara inflasi dan lapangan kerja.

Trump sendiri pernah menunjuk Jerome Powell pada 2017, meski belakangan kerap mengkritik kebijakan The Fed yang dinilai terlalu lambat menurunkan suku bunga.


Dengan pengalaman panjang di The Fed dan Wall Street, Kevin Warsh juga dikenal sebagai sosok dengan kekayaan besar. 

Mengutip The Street, berikut profil, harta kekayaan, dan pandangannya soal suku bunga.

Berapa Kekayaan Kevin Warsh pada 2026?

Perkiraan kekayaan Kevin Warsh cukup bervariasi, tergantung sumber:

  • GuruFocus (awal 2026): sekitar US$ 7 juta
  • Benzinga (akhir 2025): sekitar US$ 9,12 juta
  • Celebrity Net Worth: hingga US$ 2,7 miliar
Baca Juga: Misteri Nuklir China: AS Sebut Uji Coba Diam-diam, Ada Bukti?

Angka terbesar kemungkinan besar sudah termasuk kekayaan istrinya, Jane Lauder, pewaris kerajaan kosmetik Estée Lauder. Menurut Forbes, kekayaan Jane Lauder mencapai sekitar US$ 2,4 miliar pada awal 2026.

Kevin Warsh dan Jane Lauder menikah pada tahun 2002.

Gaji Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed

Jika resmi menjabat sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh akan menerima gaji tahunan sebesar: US$ 250.600 per tahun.

Angka ini setara dengan gaji pejabat Level I Executive Schedule di AS, termasuk Menteri Luar Negeri dan Kepala Badan Jaminan Sosial.

Profil Kevin Warsh

Kevin Warsh lahir pada 1970 di Albany, New York. Ia menempuh pendidikan:

  • S1: Stanford University
  • S2 Hukum: Harvard Law School (lulus cum laude, 1995)
Kariernya dimulai di Morgan Stanley, menangani merger dan akuisisi hingga 2002. Setelah itu, ia bekerja di Gedung Putih sebagai penasihat kebijakan ekonomi pada era Presiden George W. Bush.

Baca Juga: Analisis Bitcoin: Ini Penyebab Utama Anjloknya Harga Kripto Pekan Ini