Hartadinata Abadi (HRTA) catat penurunan penjualan di momen Lebaran tahun ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Transaksi emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tercatat menurun sekitar 40% pada momen hari raya Lebaran tahun ini. Sebagai informasi, momen hari raya menjadi salah satu katalis lonjakan penjualan emas tiap tahunnya.

Sandra Sunanto, Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi berkata, penyebab penurunan penjualan adalah pemberlakuan PSBB di berbagai daerah karena penyebaran virus COVID-19.

Baca Juga: Hartadinata Abadi (HRTA) menggandeng Shopee Indonesia untuk gaet konsumen


"Lebaran ini sangat terpengaruh karena banyak toko tutup akibat PSBB. Toko kami kebetulan lebih banyak berdiri sendiri dibandingkan di dalam mall, sehingga pada H-3 lebaran atau pasca turunnya THR dan BLT sempat merasakan penjualan yang meningkat," papar Sandra kepada awak media dalam acara Online Media Briefing secara virtual di Jakarta, Rabu (17/6).

Walau demikian, bila dibandingkan dengan tahun 2019, penjualan emas pada momen lebaran tahun ini merosot 40%. Sandra berkata walaupun penjualan pada momen lebaran tahun ini menurun, hasrat untuk investasi emas dari masyarakat tidaklah menyusut. Dia melihat, masyarakat lebih banyak menjual perhiasannya.

Hal ini terlihat dari banyaknya orang yang menjual perhiasan dan emas sejak periode Mei sampai sekarang. "Anak usaha kami di bidang pegadaian melihat adanya omset lumayan di masa tersebut. Tepatnya sejak Mei sampai sekarang, banyak yang menjual perhiasannya ke pegadaian saat daya beli masyarakat dianggap menurun," lanjutnya.

Baca Juga: Hartadinata Abadi (HRTA) fokus tambah 17 gerai di tahun ini

Sementara dari sisi penjualan HRTA, Sandra mengklaim pihaknya masih terbantu pendapatan yang didapat saat pihaknya mengadakan pameran pada Maret. Menurutnya, pihaknya berhasil mengantisipasi penurunan penjualan emas di momen lebaran berkat omset hasil pameran tersebut.

"Untuk menghadapi fluktuasi harga emas saat ini, kami berharap harga juga tidak naik terlalu tinggi. Kami juga terus mengantisipasi gejolak harga emas dengan mengeluarkan produk yang lebih diperuntukkan sebagai investasi dan tabungan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .