Hartadinata Abadi (HRTA) Terus Pelajari Tawaran Kerja Sama Ekspor dari Negara Lain



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masih menilai dan mempertimbangkan untuk menerima kerja sama ekspor ke negara lain, selain India.

Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto menilai, pasar ekspor emas yang menarik selain India adalah Saudi Arabia dan China. Pihaknya mengakui tidak menutup diri untuk menerika ajakan kerjasama ekspor emas, namun HRTA memiliki banyak penjajakan yang harus dilalui.

"Kerja sama ekspor dengan India ini kami nilai sebagai pionir sebelum meluaskan pasar ekspor ke negara lainnya. Karena bisnis ini adalah trust atau kepercayaan, maka kami perlu juga menilai kualitas demikian pula pihak yang mengajak kami bekerja sama ini. Jadi, kami masih pelajari dulu partner bisnis dari negara lain sebelum memutuskan berpartner dengan siapa," jelas Sandra pada paparan publik yang berlangsung virtual, Rabu (31/5).


Baca Juga: Kerja Sama dengan Perusahaan India, HRTA Proyeksikan Transaksi Capai Rp 2,66 Triliun

Sebagai informasi, HRTA menggandeng dua perusahaan, yakni Kundan Care Product LTD (Kundan), yang merupakan perusahaan manufaktur, pemurnian, dan eksportir dari produk emas, perak, dan energi yang terbesar di India.

Serta Bright Metal Refiners (Bright Gold), perusahaan refinery emas dan juga perak yang berlokasi di New Delhi, India dan telah bersertifikasi NABL (National Accreditation Board for Testing and Calibration Laboratory) dan BIS (Bureau of Indian Standards) yang memurnikan dan mendaur ulang logam mulia.

Dalam kerja sama bersama Kundan, emiten perhiasan emas ini ditargetkan mendapatkan tambahan penjualan sebesar 400kg–500kg emas per bulan dari ekspor perhiasan emas berkadar 91,6% dimulai dari Maret 2023.

 
HRTA Chart by TradingView

Nilai komersial atas transaksi ekspor perhiasan emas diestimasikan berkontribusi sebesar US$25 juta–US$31 juta per bulan terhadap pendapatan konsolidasian HRTA. Hingga pertengahan Maret 2023, HRTA telah membukukan penjualan ekspor perhiasan emas sebesar US$19 juta.

Sementara itu, dalam kerjasama dengan Bright Gold HRTA ditargetkan mendapatkan tambahan penjualan sekitar 2 ton emas dari ekspor perhiasan emas berkadar 91,6% selama dua bulan dimulai dari Mei 2023 dan dapat diperpanjang.

Sandra menyebutkan bahwa nilai komersial atas transaksi ekspor perhiasan emas diestimasikan berkontribusi sebesar US$123,66 juta atau setara dengan Rp1,82 triliun terhadap pendapatan konsolidasian Perseroan.

Lebih jauh, Direktur Keuangan HRTA Deny Ong menambahkan bahwa proyeksi peningkatan pendapatan bisa mencapai 30% dibandingkan tahin 2022 dengan kerjasama ekspor di India ini.

Baca Juga: Tingkatkan Kinerja Ekspor, Hartadinata Abadi (HRTA) Tambah Partner Baru ke India

Sebagai gambaran, sepanjang 2022 HRTA mencatat pendapatan bersih sebesar Rp6,92 triliun sepanjang 2022. Angka ini naik 32,08% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp5,24 triliun.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp253,52 miliar atau naik 30,70% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Rp193,97 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto