Hartadinata (HRTA) Gandeng Grup UNTR untuk Perkuat Rantai Pasok Emas Domestik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melalui PT Emas Murni Abadi (EMA) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Agincourt Resources (PTAR) yang merupakan bagian dari grup PT United Tractors Tbk (UNTR).

Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem industri emas nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program hilirisasi mineral yang menjadi prioritas Pemerintah Indonesia, sekaligus memperkuat rantai pasok logam mulia domestik. Kerja sama ini mencakup aktivitas pemurnian emas di dalam negeri serta distribusi logam mulia hasil produksi tambang domestik ke industri hilir. 


Implementasi kolaborasi tersebut dituangkan dalam empat dokumen utama, yaitu nota kesepahaman jual beli logam mulia antara DTN dan HRTA, nota kesepahaman jasa pemurnian antara DTN dan EMA, perjanjian jasa pemurnian antara PTAR dan EMA, serta perjanjian jual beli logam mulia antara PTAR dan HRTA. Seluruh dokumen tersebut telah ditandatangani oleh seluruh pihak di Bandung pada Rabu, 1 April 2026.

Baca Juga: Transaksi E-Commerce Saat Sahur Melonjak 15 Kali Lipat Selama Periode Ramadan

Melalui skema ini, emas hasil produksi PT Agincourt Resources akan dimurnikan di fasilitas PT Emas Murni Abadi di Bandung sebelum dipasarkan kepada HRTA sebagai produsen dan distributor produk emas batangan dan perhiasan. Rantai pasok ini menciptakan integrasi yang lebih efisien, mulai dari pertambangan, pemurnian, hingga distribusi ke pasar domestik.

Kerja sama ini memperkuat hilirisasi industri emas nasional dengan memastikan proses pengolahan dan peningkatan nilai tambah dilakukan di dalam negeri.

Emas hasil tambang domestik akan diproses menjadi logam mulia berkadar tinggi yang dapat langsung dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor sekaligus meningkatkan ketahanan pasokan nasional.

Dari sisi masing-masing pihak, kolaborasi ini memberikan nilai tambah strategis. PTAR memperoleh akses terhadap fasilitas pemurnian domestik yang efisien, PT EMA memperkuat perannya sebagai refinery nasional dengan standar tinggi, DTN berperan dalam optimalisasi rantai pasok logam, sementara HRTA mendapatkan kepastian pasokan bahan baku untuk mendukung produksi dan ekspansi pasar.

Sandra menegaskan, kerja sama ini juga menegaskan komitmen para pihak dalam menerapkan praktik rantai pasok emas yang bertanggung jawab.

 
HRTA Chart by TradingView

“Seluruh pihak akan menjalankan prinsip due diligence serta memperhatikan aspek ESG (Environmental, Social, and Governance) guna memastikan proses produksi dan perdagangan dilakukan secara transparan, etis, dan sesuai standar internasional.” kata Sandra dalam rilis yang disiarkan pada Kamis (2/4/2026).

Ke depan, sinergi antara sektor pertambangan, pemurnian, dan manufaktur ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai industri emas global.

Dengan ekosistem yang semakin terintegrasi, Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas emas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk emas domestik berkualitas tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News