Harus bayar utang, TRAM tunda akuisisi tambang



JAKARTA. Rencana ekspansi PT Trada Maritime Tbk (TRAM) tahun ini bakal molor. Ini lantaran perseroan berkonsentrasi untuk menyelesaikan kewajiban atas pinjamannya terkait kapal yang terbakar pada September 2011.Direktur Utama TRAM Danny S. de Mita menyebutkan, rencana akuisisi perusahaan tambang batubara yang awalnya ditargetkan pada kuartal kedua 2012 kemungkinan mundur. "Kami akan selesaikan pinjaman terkait kapal kami yang terbakar kemarin, total nilainya US$ 50 juta," ujarnya, Rabu (9/5).Adapun, pinjaman itu akan diselesaikan melalui klaim asuransi atas kapal TRAM yang bernama Lentera Bangsa. Kapal itu merupakan kapal yang disewa oleh CNOOC. Diperkirakan penyelesaian kewajiban itu akan dilakukan pada akhir Juli 2012.Setelah itu, kata Danny, perseroan akan fokus pada proses akuisisi. Untuk membiayai akuisisi itu, perseroan mempertimbangkan sejumlah sumber pendanaan. Diantaranya pinjaman bank dan rights issue. Untuk dana awal, perseroan mengajukan pinjaman kepada perbankan untuk aksi korpoarsi itu.Namun, lanjutnya, pihak bank menolak karena adanya insiden terbakarnya FSO Lentera Bangsa. Oleh karena itu, pihaknya akan menunggu hingga proses penggantian kelar.

Begitu pula rencana penerbitan saham terbatas (rights issue). Perseroan berniat melakukan rights issue guna memenuhi kebutuhan ekspansi dan operasionalnya. Nilainya mencapai US$ 400 juta hingga US$ 600 juta. "Rights issue akan dilakukan bersamaan dengan realisasi akuisisi (tambang)," tutur Danny.Sebagai informasi, sebelumnya, Manajemen TRAM telah meneken nota kesepahaman dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab yaitu Zakia Limited pada akhir 2011. Zakia Limited merupakan pemilik dari Awesome Coal, perusahaan yang memiliki lahan tambang batubara di Kalimantan Timur seluas 5.350 hektar.Dalam kesepakatan itu, TRAM bakal membeli obligasi tukar (convertible bond) yang diterbitkan Awesome senilai US$ 200 juta. Nilai obligasi tukar tersebut setara dengan kepemilikan 97% saham di Awesome. Danny memperkirakan akuisisi akan rampung pada kuartal IV 2012 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dupla Kartini