Harus bisa menjaga konsistensi



Sepanjang tahun 2018 Indonesia menjadi tuan rumah berbagai event berstandar internasional. Sebut saja Asian Games ke-18 di Jakarta-Palembang yang baru saja berakhir kemarin. Pada 6 Oktober–13 Oktober 2018 mendatang Indonesia juga menjadi tuan rumah annual meeting IMF World Bank 2018 di Bali. Tentu ini akan sedikit banyak mendorong pertumbuhan ekonomi di 2018.

Sebelum Asian Games berlangsung, sudah ada perputaran kegiatan ekonomi berupa pembangunan infrastruktur baik di Palembang dan Jakarta. Hal ini membuat multiplier efek perekonomian. Selama berlangsungnya Asian Games juga memberikan dampak ekonomi pada sektor konsumsi. Sejumlah tiket pertandingan favorit ludes terjual. Begitu juga dengan merchandise maupun iklan yang berbondong-bondong mengisi di berbagai media massa.

Belanja pemerintah juga banyak disalurkan sepanjang ajang Asian Games. Saya menghitung event-event yang berlangsung tahun ini mulai dari Pilkada di awal tahun, Asian Games, Paragames, Annual Meeting IMF World Bank 2018, dan kampanye pemilihan presiden (Pilres) pada September nanti bakal memberikan kontribusi 0,15% terhadap asumsi base line konsumsi tahun 2018.


Selain itu, sektor pariwisata berdampak dalam jangka panjang. Viralnya Asian Games, terutama pada pembukaan Asian Games membuat Indonesia semakin dikenal di kancah global.

Dalam jangka pendek, apabila bisa menjaring 10 juta wisatawan mancanegara (wisman), termasuk yang datang saat Asian Games, menghabiskan US$ 1.000 per orang, bisa menambah pendapatan negara US$ 10 miliar. Hal ini dapat membantu defisit transaksi berjalan kita.

Ke depan, efek Asian Games ini bisa menjadi jalan Indonesia untuk memenuhi target 20 juta kunjungan wisman. Namun Indonesia harus mempertahankan stabilitas baik politik, ekonomi, dan keamanan. Bila tiga aspek ini kita pertahankan, kepercayaan masyarakat global kepada Indonesia semakin meningkat.•

Josua Pardede Ekonom Bank Permata

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tri Adi