Harjanto Sudarsono masih duduk di bangku perguruan tinggi saat menerima warisan usaha fotokopi dari orang tuanya. Saat itu usianya baru sekitar 22 tahun. Karena harus meninggalkan bangku kuliah, ia menerima warisan usaha tersebut dengan terpaksa. "Saya mendapatkan warisan usaha itu setelah ayah saya meninggal dunia tahun 1992," katanya. Saat jatuh ke tangannya, usaha orang tuanya masih berupa bisnis fotokopi biasa. Untuk menjalankan usaha ini, orang tua Harjanto menyewa sebuah kios di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat. Usaha ini telah dirintis orang tua Harjanto sejak tahun 1987. Ia mengaku, pada mulanya tidak tertarik menekuni bisnis fotokopi. Terlebih, dia harus meninggalkan bangku kuliah. "Namun kedua kakak saya tidak bisa melanjutkan usaha ini, akhirnya saya terpanggil," ujarnya.
Haryanto kini sukses jadi juragan fotokopi (1)
Harjanto Sudarsono masih duduk di bangku perguruan tinggi saat menerima warisan usaha fotokopi dari orang tuanya. Saat itu usianya baru sekitar 22 tahun. Karena harus meninggalkan bangku kuliah, ia menerima warisan usaha tersebut dengan terpaksa. "Saya mendapatkan warisan usaha itu setelah ayah saya meninggal dunia tahun 1992," katanya. Saat jatuh ke tangannya, usaha orang tuanya masih berupa bisnis fotokopi biasa. Untuk menjalankan usaha ini, orang tua Harjanto menyewa sebuah kios di salah satu pasar tradisional di Bogor, Jawa Barat. Usaha ini telah dirintis orang tua Harjanto sejak tahun 1987. Ia mengaku, pada mulanya tidak tertarik menekuni bisnis fotokopi. Terlebih, dia harus meninggalkan bangku kuliah. "Namun kedua kakak saya tidak bisa melanjutkan usaha ini, akhirnya saya terpanggil," ujarnya.