KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah) mencatatkan, pertumbuhan hasil investasi sebesar 18%
year on year (YoY) pada semester I-2026. Presiden Direktur Zurich Syariah Hilman Simanjuntak mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis serta pengelolaan portofolio yang dilakukan secara disiplin dan
prudent. "Sehingga kinerja investasi dapat terjaga dan berkelanjutan di tengah kondisi pasar yang dinamis," ujarnya kepada Kontan, Kamis (20/8/2026).
Di tengah kondisi investasi industri asuransi syariah yang masih menghadapi tekanan, Zurich Syariah tidak melakukan perubahan drastis terhadap komposisi portofolionya. Perusahaan memilih menjaga kinerja investasi melalui pengelolaan yang berhati-hati, sesuai prinsip syariah, serta mengoptimalkan alokasi aset.
Baca Juga: Terus Perkuat Ekosistem Syariah, Bank Aladin Sukses Cetak Prestasi Selain itu, mereka juga menyesuaikan durasi aset dengan pergerakan suku bunga untuk menjaga keseimbangan antara imbal hasil dan risiko. Sementara itu, pemilihan instrumen investasi juga dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan stabilitas hasil investasi dan pengelolaan jangka panjang melalui pendekatan
asset-liability matching. Adapun untuk saat ini, kinerja investasi di Zurich Syariah ditopang oleh aset pendapatan tetap, khususnya Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) karena instrumen ini menawarkan stabilitas, arus kas yang terukur, imbal hasil menarik, dan mendukung pemenuhan kewajiban jangka panjang perusahaan melaluiĀ
asset-liability matching. Selain SBSN, Zurich Syariah melakukan diversifikasi secara terukur melalui deposito syariah dan obligasi korporasi syariah. Kombinasi sejumlah instrumen tersebut dinilai membantu perusahaan menjaga stabilitas portofolio sekaligus mengoptimalkan hasil investasi secara berkelanjutan. Ke depan, Zurich Syariah masih melihat peluang perbaikan kinerja investasi hingga akhir tahun. Prospek tersebut didukung oleh potensi meredanya volatilitas pasar keuangan dan kondisi makroekonomi yang tetap terjaga. "Fundamental instrumen syariah saat ini juga relatif kuat, sehingga menjadi penopang penting bagi stabilitas hasil investasi," katanya.
Baca Juga: BRI Finance Catat Pertumbuhan Laba 89% pada Semester I-2026 Untuk menangkap peluang tersebut, perusahaan tetap fokus mengelola portofolio yang prudent dengan strategi alokasi aset yang mengutamakan instrumen stabil, likuid, dan memiliki fundamental baik. Selain itu, mereka juga akan terus melakukan diversifikasi secara terukur dan sesuai prinsip syariah, sembari memantau perkembangan makroekonomi dan dinamika geopolitik untuk menjaga ketahanan portofolio serta menciptakan nilai investasi jangka panjang bagi peserta. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News