Hasil lelang SUN turut menentukan laju rupiah



JAKARTA. Pergerakan rupiah berharap pada sentimen internal sebelum menghadapi pengumuman suku bunga The Fed Rabu mendatang (15/3). Kesempatakan rupiah kembali menguat masih terbuka jika didukung oleh hasil lelang Surat Utang Negara (SUN).

Di Pasar Spot, Senin (13/3) nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat 0,15% ke level Rp 13.356 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,2% ke level Rp 13.364 per dollar AS.

Josua Pardede, Ekonom PT Bank Permata mengatakan, aksi ambil untung atau profit taking investor global terhadap dollar AS tak hanya terlihat dari penguatan rupiah, tetapi juga mata uang Asia lainnya.


Di samping itu, pernyataan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi yang bernada hawkish membawa tekanan pada USD dan turut menguntungkan rupiah. Draghi menyatakan, ECB juga berencana menaikkan suku bunga meski belum tahu waktunya.

"Yang dinantikan pelaku pasar adalah pernyataan Mario Draghi Senin malam," kata Josua.

Sedangkan kenaikan suku bunga The Fed pada Kamis (16/3) justru sudah mendapat antisipasi. BI kemungkinan juga akan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah.

Selasa (14/3) pemerintah akan melakukan lelang SUN dengan target indikatif Rp 15 triliun. "Jika permintaan SUN besar, maka akan mendukung laju rupiah," lanjut Josua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia