Hasil Pemilu Mulai Terlihat, Perlukah Rebalancing Portofolio?



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul di sejumlah lembaga dalam perhitungan cepat alias quick count.  

Hasil quick count Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menyatakan Prabowo-Gibran jauh lebih unggul dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dengan data tersebut, diperkirakan Prabowo-Gibran menjadi pemenang Pilpres 2024.

Sementara hasil hitung Komisis Pemilihan Umum (KPU) per 15 Februari 2024 pada pukul 20.00 WIB dengan 44,56% suara masuk, Prabowo-Gibran memimpin dengan perolehan 56,51%. Anies-Muihaimin memperoleh 25,54% dan Ganjar-Mahfud memperoleh 17,95% suara.


CEO Pinnacle Investment Indonesia (PT Pinnacle Persada Investama), Guntur Putra mengatakan bahwa investor tidak perlu melakukan rebalancing portofolio terkait hasil pemilu. Kondisi pasar keuangan diprediksi akan aman sesuai yang diharapkan pelaku pasar.

“Dengan terjadinya pemilu satu putaran  tentu diharapkan baik untuk bisnis dan investasi pasar modal, dimana tidak ada uncertainty atau ketidakpastian pasar, setidaknya untuk short term, less volatile,” ujar Guntur kepada Kontan.co.id, Kamis (15/2). 

Baca Juga: Era Penurunan Suku Bunga Diramal Datang pada 2024, Ini Pilihan Investasi Bagi Pemula

Namun demikian, Guntur mengatakan jika memang diperlukan untuk melakukan rebalancing portolio, langkah yang tepat akan bergantung pada profil risiko, tujuan investasi, serta strategi masing-masing yang diterapkan oleh manager investasi di reksadana masing-masing. 

“Perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap sektor-sektor yang potensial mendapatkan dampak positif atau negatif dari kebijakan pemerintah yang baru,” kata dia. 

Lebih lanjut, dia menyarankan kepada para investor untuk sebaiknya melakukan rebalancing portofolio saat ada perubahan kondisi pasar yang signifikan atau adanya peluang investasi baru yang muncul. 

Baca Juga: Prospek Utang Luar Negeri Swasta Jika Pemilu Satu Putaran

“Jadi hal tersebut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa portofolio tetap relevan, diversifikasi risiko, dan dapat mencapai tujuan investasi yang ditetapkan sesuai dengan masing-masing investor,” ujar Guntur.

Di sisi lain, dia mengatakan bahwa jika kondisi pasar dan portofolio saat ini masih memenuhi tujuan investasi dan tidak ada perubahan signifikan yang mempengaruhi kinerja investasi, mungkin tidak perlu melakukan rebalancing portofolio secara besar-besaran. 

Namun, kata dia, para investor tetap dianjurkan untuk melakukan evaluasi reguler terhadap portofolio dan melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati