Hasil Stress Test The Fed Jadi Penentu Arah Dividen dan Buyback Bank Besar AS



KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pasar keuangan akan kembali mencermati kondisi kesehatan bank-bank terbesar di Amerika Serikat (AS) setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan hasil uji ketahanan perbankan (stress test) terbaru pada Rabu (24/6/2026).

Uji ketahanan ini mencakup 32 bank besar, termasuk JPMorgan dan Bank of America. Namun, hasil tahun ini diperkirakan tidak akan memicu perubahan besar seperti pada periode sebelumnya.

Pasalnya, The Fed telah memutuskan tidak menggunakan hasil stress test tahun ini untuk memperbarui stress capital buffer (SCB), yaitu tambahan modal yang wajib dimiliki bank besar dan biasanya berubah sesuai kinerja masing-masing bank dalam pengujian tersebut.


Dengan ketentuan itu, kebutuhan modal perbankan relatif tetap sehingga manajemen bank sudah memiliki dasar yang cukup untuk menyusun rencana penggunaan modal, termasuk pembagian dividen maupun program pembelian kembali saham (buyback).

Baca Juga: Ketua The Fed Diancam Pidana, Bagaimana Nasib Suku Bunga AS?

Analis Raymond James memperkirakan sebagian besar bank akan mengumumkan rencana dividen dan buyback dalam skala moderat setelah hasil stress test dirilis.

Meski lingkungan regulasi saat ini dinilai lebih mendukung, ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, dan risiko geopolitik masih menjadi pertimbangan utama bagi manajemen bank.

Menurut mereka, sejumlah bank kemungkinan memilih langkah yang lebih hati-hati dalam mengelola modal di tengah berbagai ketidakpastian tersebut.

Di sisi lain, pelaku industri perbankan juga masih menunggu kepastian sejumlah aturan modal baru yang tengah disusun regulator. Salah satu yang paling dinantikan adalah proposal Basel terkait perhitungan modal berbasis risiko.

Analis KBW menilai sektor perbankan AS saat ini berada dalam kondisi yang kuat dari sisi permodalan.

Baca Juga: Jerome Powell Peringatkan Bahaya Intervensi Politik terhadap The Fed

Sebagian besar bank memiliki modal yang melebihi kebutuhan minimum, sehingga berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan momentum pelonggaran regulasi yang berkembang saat ini.

Menurut mereka, perubahan regulasi yang lebih ramah industri berpotensi membuka ruang bagi bank untuk mengembalikan miliaran dolar modal kepada investor atau menggunakannya untuk mendukung ekspansi bisnis.

Sementara itu, The Fed juga tengah melakukan perombakan terhadap proses stress test setelah bertahun-tahun mendapat kritik dari industri perbankan.

Bank-bank menilai mekanisme pengujian selama ini kurang transparan dan terlalu subjektif.

Karena masih mengumpulkan masukan terkait rencana reformasi tersebut, bank sentral AS memutuskan mempertahankan ketentuan modal berdasarkan hasil pengujian tahun lalu.

Baca Juga: Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak Ekonomi

The Fed dijadwalkan mengumumkan hasil stress test terbaru pada pukul 16.00 waktu setempat.

Hasil tersebut akan menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan sektor perbankan AS sekaligus memberi gambaran mengenai potensi kebijakan dividen dan buyback dalam waktu dekat.