KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perilaku konsumen
e-commerce barang konsumen cepat habis atawa
fast moving consumer goods (FMCG) Indonesia mengalami perubahan. Kini, konsumen tidak lagi lebih banyak mengandalkan
e-commerce untuk sekadar memenuhi kebutuhan
lifestyle. Kondisi ini terlihat dari hasil riset platform intelijen
e-commerce Compas.co.id. Menurut laporan
FMCG H1 2026 yang dipublikasikan platform tersebut pada Rabu (19/8/2026), terjadi pergeseran struktural dalam cara konsumen memanfaatkan
e-commerce. Kini, konsumen semakin banyak menggunakan
e-commerce untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, bukan hanya untuk melakukan pembelian produk
lifestyle. Alhasil, pangsa pasar kategori produk di
e-commerce kini juga berubah.
Selama ini, produk kategori perawatan dan kecantikan (
beauty & care) menjadi produk dengan pangsa pasar tertinggi, di mana pangsa pasarnya selalu di atas 50%. Namun, di paruh pertama tahun ini, kategori produk ini cuma mencatatkan pangsa pasar 48,6%. Kendati begitu, pangsa pasar segmen ini masih paling besar.
Baca Juga: Transaksi Pasar E-Commerce FMCG, Tapi Bukan Karena Kian Banyak Produk Terjual Kenaikan pangsa pasar terlihat pada produk makanan dan minuman alias
food & beverages (F&B). Segmen ini mencatatkan pangsa pasar 23,3%. Pertumbuhan nilai transaksi segmen ini juga mencapai 52,1% secara tahunan jadi Rp 20,6 triliun. Ini merupakan pertumbuhan nilai transaksi tercepat kedua, di bawah kategori
homecare yang mencatat pertumbuhan nilai transaksi 78% menjadi Rp 4,5 triliun. Compas.co.id mencatat, kategori yang tumbuh paling konsisten adalah yang berbasis
replenishment: deterjen, tisu, minyak goreng, kopi, dan susu bubuk. Laporan Compas.co.id juga mendapati pertumbuhan terkonsentrasi di sub-kategori yang lebih kecil dan spesifik. Ambil contoh, di kategori produk kecantikan, pertumbuhan tertinggi tercatat di produk
nail polish, yang naik 119%. Menyusul berikutnya adalah produk
setting spray dan
eyeshadow, yang masing-masing penjualannya naik 85% dan 77%. Kenaikan ini sebagian besar dipicu momentum Ramadan dan lebaran. Di kategori perawatan kesehatan, produk perawatan mata melonjak sekitar 91%, jauh melampaui kategori lain. Di kategori F&B, produk air mineral dan minyak masak menjadi pendorong pertumbuhan, dengan pertumbuhan masing-masing mencapai 219% dan 123%.
Baca Juga: AHA Commerce Ekspansi ke Thailand, Bawa Modal Kelola E-Commerce ke Pasar ASEAN "Pasar FMCG
online Indonesia tidak tumbuh secara merata. Ada
pocket of growth yang sangat spesifik di setiap kategori,” tutur Hanindia Narendrata, CEO Compas.co.id, dalam keterangan resmi, Rabu (19/8/2026). Laporan Compas.co.id juga mendapati dominasi
reseller masih sangat besar. Di kategori F&B, 76,8% penjualan mengalir melalui toko
non-official. Di kategori
homecare, penjualan melalui
reseller mencapai 73,4%. Sementara di segmen
healthcare,
mom & baby, dan
beauty masing-masing mencapai 56,7%, 49%, dan 46,5%.
Padahal, Compas.co.id juga mencatat,
brand yang menjual produknya melalui toko resmi atau
official store bisa mencetak kinerja penjualan lebih oke. Di kategori
beauty misalnya,
brand yang menjual 80% atau lebih produknya melalui
official store mencatatkan pertumbuhan penjualan 40,8%, hampir dua kali lipat
brand yang masih bergantung pada
reseller, yang mana pertumbuhan penjualannya sekitar 20,3%. Di segmen
homecare, penjualan
brand lewat
official store bahkan tumbuh 2,6 kali lebih cepat. "Memiliki
official store adalah keputusan bisnis yang paling langsung berdampak ke
growth rate,” sebut Hanindia. Compas.co.id juga mencatat, Shopee dan ShopTokopedia secara bersama menguasai 96%–99% penjualan di setiap kategori FMCG. ShopTokopedia menjadi platform dengan pertumbuhan
seller official store tercepat di sebagian besar kategori, kecuali
homecare. Di kategori ini, Shopee mendominasi dengan
share 69%. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News