KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona (Covid-19) semakin gawat. Sejak merebak di Tiongkok pada akhir tahun lalu hingga menyebar ke banyak negara saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus yang digunakan untuk terapi pengobatan dan pencegahan Covid-19. Walhasil, jumlah pasien positif dan meninggal dunia akibat Covid-19 semakin bertambah. Menurut World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan FDA (US Food-Drug Administration), saat ini belum ada obat atau vaksin yang terbukti efektif untuk perawatan atau pencegahan Covid-19. Sejauh ini, manajemen klinis yang diterapkan untuk merawat pasien yang terinfeksi Covid-19 meliputi tindakan terapi suportif, termasuk pemberian oksigen tambahan, ventilator mekanik, pemberian vitamin C dosis tinggi dan sejumlah obat-obatan suportif. Namun sejauh ini, ada beberapa obat yang digunakan untuk terapi pasien di sejumlah negara, yakni Hydroxychloroquine (HCQ) dan chloroquine (CQ). HCQ dan CQ adalah obat resep oral yang telah digunakan untuk pengobatan malaria dan kondisi peradangan. CQ telah digunakan untuk pengobatan malaria dan kemoprofilaksis, sedangkan HCQ digunakan untuk pengobatan rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus (SLE) dan porphyria cutanea tarda. Kedua obat ini memiliki aktivitas in vitro pada SARS-CoV, SARS-CoV-2 dan coronavirus lainnya, dengan HCQ memiliki potensi yang relatif lebih tinggi pada SARS-CoV-2.
Hati-hati, begini efek samping pemakaian chloroquine bagi pasien Covid-19
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wabah virus corona (Covid-19) semakin gawat. Sejak merebak di Tiongkok pada akhir tahun lalu hingga menyebar ke banyak negara saat ini, belum ada obat atau vaksin khusus yang digunakan untuk terapi pengobatan dan pencegahan Covid-19. Walhasil, jumlah pasien positif dan meninggal dunia akibat Covid-19 semakin bertambah. Menurut World Health Organization (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC), dan FDA (US Food-Drug Administration), saat ini belum ada obat atau vaksin yang terbukti efektif untuk perawatan atau pencegahan Covid-19. Sejauh ini, manajemen klinis yang diterapkan untuk merawat pasien yang terinfeksi Covid-19 meliputi tindakan terapi suportif, termasuk pemberian oksigen tambahan, ventilator mekanik, pemberian vitamin C dosis tinggi dan sejumlah obat-obatan suportif. Namun sejauh ini, ada beberapa obat yang digunakan untuk terapi pasien di sejumlah negara, yakni Hydroxychloroquine (HCQ) dan chloroquine (CQ). HCQ dan CQ adalah obat resep oral yang telah digunakan untuk pengobatan malaria dan kondisi peradangan. CQ telah digunakan untuk pengobatan malaria dan kemoprofilaksis, sedangkan HCQ digunakan untuk pengobatan rheumatoid arthritis, systemic lupus erythematosus (SLE) dan porphyria cutanea tarda. Kedua obat ini memiliki aktivitas in vitro pada SARS-CoV, SARS-CoV-2 dan coronavirus lainnya, dengan HCQ memiliki potensi yang relatif lebih tinggi pada SARS-CoV-2.