Hati-hati, Ini Dampak Jika Melakukan Defisit Kalori dengan Cara Keliru!



MOMSMONEY.ID - Melakukan defisit kalori adalah metode populer dalam menurunkan berat badan. Namun, jika dilakukan dengan cara yang keliru, bisa berdampak negatif pada kesehatan. Lantas, apa dampak melakukan defisit kalori yang keliru?

Defisit kalori terjadi ketika seseorang mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar tubuh. Ini mengakibatkan tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai sumber energi, yang pada akhirnya menurunkan berat badan. Namun, defisit kalori harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai kebutuhan tubuh.

Dampak melakukan defisit kalori yang keliru


Tubuh memerlukan jumlah kalori tertentu untuk menjalankan fungsi-fungsinya secara optimal. Melansir dari Medical News Today, mengurangi asupan kalori secara berlebihan bisa menimbulkan berbagai risiko kesehatan, termasuk:

  • Kekurangan nutrisi yang esensial, yang bisa mengakibatkan kesulitan dalam memperoleh atau mempertahankan kepadatan tulang.
  • Kekurangan energi untuk otak.
  • Penurunan laju metabolisme.
  • Peningkatan kemungkinan terbentuknya batu empedu.
Baca Juga: Menurunkan Berat Badan dengan Defisit Kalori, Begini Lo Caranya!

Gejala tubuh kekurangan kalori

Berbagai tanda atau gejala yang menunjukkan asupan kalori dalam tubuh tidak memadai antara lain:

  • Frekuensi sakit yang meningkat.
  • Kesulitan dalam menurunkan berat badan.
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang cenderung negatif.
  • Gangguan tidur.
  • Kesulitan dalam buang air besar.
Sebelum memutuskan untuk mengurangi kalori, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Terutama bagi Anda dengan kondisi medis tertentu, seperti diabetes, mungkin membutuhkan rencana diet khusus.

Baca Juga: Mau Diet Anda Sukses? Yuk, Coba Buah-buahan untuk Diet Ini

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum defisit kalori

Mengurangi asupan kalori memang penting dalam proses penurunan berat badan, namun ini bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan. Terkait penghitungan kalori, walaupun metode ini bisa berguna, namun tidak selalu esensial untuk manajemen berat badan. Bahkan, dalam beberapa situasi, penghitungan kalori dapat berdampak negatif atau bahkan berbahaya.

Selain itu, meningkatkan aktivitas fisik memberikan banyak manfaat tambahan selain dari penurunan berat badan. Latihan yang mencakup kekuatan dan kardiovaskular dapat memperbaiki kesehatan sendi, meningkatkan kepadatan tulang, dan memperkuat fungsi jantung, serta berkontribusi positif terhadap peningkatan suasana hati.

Dalam hal diet, sangat penting untuk memastikan asupan nutrisi yang tepat saat berusaha mengurangi kalori secara keseluruhan. Pembatasan asupan makanan yang berlebihan bisa menyebabkan kekurangan nutrisi yang serius jika tidak dijalankan dengan benar.

Baca Juga: Cara Cepat Kurus dan Langsing, Coba Olahraga Penurun Berat Badan Ini!

Itulah pembahasan lengkap terkait dampak melakukan defisit kalori yang keliru. Defisit kalori dapat menjadi strategi efektif dalam menurunkan berat badan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang benar dan sehat.

Menjaga keseimbangan nutrisi, memantau kondisi kesehatan, dan menghindari pendekatan yang ekstrem adalah kunci untuk memastikan bahwa proses ini aman. Ingatlah selalu untuk mendengarkan tubuh dan beradaptasi dengan kebutuhan kesehatan Anda. Semoga bermanfaat, ya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rezki Wening Hayuningtyas