Hati-hati jamur hitam! Ini gejala, penyebab, dan cara mencegahnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu ancaman penyakit lain yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah pandemik Covid-19 adalah jamur hitam. Penyakit jamur hitam atau mucormycosis mulai banyak dibicarakan setelah sejumlah kasus terdeteksi di India dan menyebabkan kematian. 

Di Indonesia sendiri, kasus infeksi jamur hitam sebenarnya telah muncul sejak sebelum pandemi Covid-19. 

Meski terbilang jarang terjadi, penyakit jamur hitam termasuk penyakit berbahaya, sehingga patut diwaspadai. Angka kematian dan kesakitan akibat penyakit ini terbilang tinggi. 


Lantas, apa saja gejala, penyebab, dan bagaimana cara mengatasi penyakit jamur hitam? 

Baca Juga: 4 Ciri-ciri tubuh terinfeksi virus corona varian Delta

Penyebab jamur hitam

Melansir Medicine Net, penyakit jamur hitam adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan oleh golongan Mucormycetes, seperti Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp, dan Lichteimia. 

Di antara banyak spesies jamur itu, Rhizopus spp adalah penyebab mucormycosis pada manusia yang paling sering diidentifikasi. Jamur hitam sering menyerang sinus, paru-paru, kulit, dan otak setelah seseorang menghirup spora jamur dari udara. 

Kita dapat menghirup spora jamur atau kontak dengannya dari lingkungan seperti tanah, bahan organik yang membusuk, tumpukan kompos. Infeksi jamur hitam pada dasarnya dapat terjadi pada siapa saja pada usia berapa pun. 

Baca Juga: Ketahui 4 gejala penyakit jamur hitam pasca Covid-19

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie