KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hatten Bali Tbk (
WINE) memperluas pengembangan produk wine premium melalui peluncuran koleksi Avara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat portofolio produk sekaligus meningkatkan daya saing wine produksi lokal di pasar domestik maupun internasional. Avara merupakan koleksi wine premium yang dikembangkan berdasarkan pengalaman Hatten Wines selama 32 tahun dalam mengolah anggur di iklim tropis Bali. Peluncuran produk ini juga menjadi upaya perseroan mengeksplorasi potensi kebun anggur lokal untuk menghasilkan produk dengan karakteristik yang berbeda. Pendiri sekaligus Presiden Direktur Hatten Wines, Ida Bagus Rai Budarsa mengatakan, pengembangan Avara merupakan kelanjutan dari perjalanan perseroan dalam membangun industri wine di Bali sejak 1994.
Baca Juga: Intip Harga BBM Pertamina, BP, Vivo dan Shell di Jakarta Selatan Hari Ini (1/11) Menurutnya, perusahaan ingin memperkenalkan wine Indonesia yang memiliki identitas dan karakteristik daerah asalnya kepada pasar global. "Saat kami memulai Hatten Wines pada 1994, kami ingin membuktikan bahwa Bali bisa membuat wine sendiri. Tiga puluh dua tahun kemudian, ambisi kami melampaui Bali. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghasilkan wine dengan identitas, karakter, dan cita rasa daerah asalnya sendiri," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (1/11/2026). Dalam pengembangan Avara, Hatten Wines telah melakukan pengujian terhadap 34 varietas anggur untuk menemukan jenis yang paling sesuai dengan kondisi iklim tropis Bali. Dari proses tersebut, perseroan memilih dua varietas baru dan dua varietas warisan untuk dikembangkan dalam koleksi premium Avara. Untuk menjaga kualitas produk, Hatten Wines juga mengalokasikan delapan hektare lahan terbaik di Sanggalangit, Bali Utara, khusus untuk produksi wine premium. Perseroan menerapkan pola panen satu kali dalam setahun, berbeda dengan kebun anggur lainnya yang dapat melakukan panen hingga tiga kali setahun. Pengembangan produk premium tersebut juga didukung proses produksi yang lebih selektif, mulai dari pemanenan secara manual, fermentasi dalam barel, hingga proses pematangan dalam jangka waktu tertentu. Head Winemaker Hatten Winery James Kalleske menyampaikan, pengembangan Avara memanfaatkan pengalaman perseroan dalam mengeksplorasi varietas anggur, lokasi kebun, serta teknik pembuatan wine yang disesuaikan dengan lingkungan tropis Bali.
Baca Juga: Beras SPHP Diduga Dioplos Jadi Premium, Bulog Telusuri Celah Pengawasan Mitra Koleksi Avara hadir dalam beberapa varian, di antaranya Grand Solera, Chenin Blanc, Syrah, Prestige Cuvée, dan XO. Produk tersebut juga telah memperoleh sejumlah penghargaan internasional, termasuk medali dari China Wine & Spirits Awards 2025 dan AWC Vienna 2025.
Peluncuran Avara menjadi salah satu langkah WINE dalam memperkuat portofolio produk di tengah tantangan industri minuman. Sebelumnya, Direktur Keuangan WINE Ketut Sumarwan menyampaikan bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 5% pada 2026, sementara laba bersih diproyeksikan relatif stagnan. Target tersebut mempertimbangkan tekanan biaya produksi, terutama kenaikan harga bahan baku lokal akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Dengan pengembangan produk premium, WINE berupaya memperluas segmen pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk wine yang dihasilkan di Bali. Avara saat ini telah tersedia melalui The Cellardoor Bali, The Cellardoor Jakarta, serta sejumlah gerai pilihan di Indonesia. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News