KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pergerakan Harga Batu Bara Acuan (HBA) diproyeksikan bakal cenderung melandai dan bergerak stabil hingga pengujung tahun 2026. Proyeksi ini mengemuka setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA periode pertama Agustus 2026 sebesar US$ 124,44 per ton, atau terkoreksi 5,62% dibandingkan periode kedua Juli 2026. Direktur Utama PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA), Suryo Eko Hadianto menilai bahwa penurunan tipis tersebut tidak akan memicu fluktuasi harga yang ekstrem di pasar. Menurut perkiraannya, grafik harga komoditas tambang ini tidak akan mengalami lonjakan yang signifikan dan akan tetap bertahan pada level harga saat ini hingga penutupan tahun nanti.
"Sampai dengan akhir tahun menurut pendapat saya relatif akan datar, memang tidak akan terjadi kenaikan yang sangat berarti, tidak. Tetapi dia akan bertahan sampai dengan akhir tahun seperti angka-angka di bulan-bulan ini. Ini menurut saya seperti itu, ini kondisinya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: MR.DIY (MDIY) Tahan Dampak Kenaikan Harga, Produk Value for Money Justru Makin Diburu Suryo menambahkan, pergerakan HBA yang stabil ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global serta kondisi fundamental pasar batu bara saat ini. Kendati konflik antarnegara masih berlanjut, titik keseimbangan baru antara tingkat permintaan (
demand) dan pasokan (supply) global dinilai sudah mulai terbentuk secara konsisten. "Karena itu dipengaruhi oleh apa, bahwa perang masih terjadi, tetapi dari sisi keseimbangan
demand dan
supply relatif sudah terjadi, sehingga ini akan stabil di angka itu," pungkasnya. Untuk diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas Harga Batubara Acuan (HBA) khusus kategori batubara berkalori tinggi pada periode pertama bulan Agustus 2026. Penyesuaian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 312.K/MB.01/MEM.B/2026 tentang Harga Mineral Logam Acuan dan Harga Batubara Acuan untuk Periode Pertama Bulan Agustus Tahun 2026. Untuk batubara berkalori tinggi dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, pemerintah menetapkan HBA sebesar US$ 124,44 per ton pada periode pertama Agustus 2026. Nilai tersebut turun dibandingkan HBA periode kedua Juli 2026 yang berada di level US$ 131,85 per ton. Sementara itu, HBA untuk batubara dengan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$ 93,27 per ton di periode pertama Agustus 2026, naik dari periode kedua Juli 2026 yang sebesar US$ 89,90 per ton.
Adapun batubara dengan kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR dipatok sebesar US$ 65,48 per ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 63,25 per ton. Selanjutnya, HBA untuk batubara dengan kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR ditetapkan sebesar US$ 45,27 per ton pada periode pertama Agustus 2026. Nilai ini meningkat tipis dibandingkan periode kedua Juli 2026 yang sebesar US$ 45,08 per ton.
Baca Juga: MHU Perkuat Komitmen ESG Lewat Transparansi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News