Jakarta. Volume transaksi lindung nilai atau hedging utang luar negeri (ULN) terus meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, volume hedging ULN 2015 di semua korporasi meningkat sekitar 13% dibandingkan dengan tahun 2014. Deputi Gubernur BI Hendar mengatakan, hal itu akan semakin memberikan kepercayaan terhadap mata uang rupiah. Sebab, semakin besar jumlah ULN yang di-hedging, akan mengurangi risiko atas ketidakpastian nilai tukar. Sementara itu, untuk ULN perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang telah di-hedging meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2015 lalu menjadi US$ 1,84 miliar dari US$ 548 juta pada tahun sebelumnya. "Dampaknya bisa dilihat dari angka current account deficit yang turun menjadi 2% di akhir 2015," ujar Hendar, Senin (28/3) di Jakarta.
Hedging utang valas 2015 meningkat
Jakarta. Volume transaksi lindung nilai atau hedging utang luar negeri (ULN) terus meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, volume hedging ULN 2015 di semua korporasi meningkat sekitar 13% dibandingkan dengan tahun 2014. Deputi Gubernur BI Hendar mengatakan, hal itu akan semakin memberikan kepercayaan terhadap mata uang rupiah. Sebab, semakin besar jumlah ULN yang di-hedging, akan mengurangi risiko atas ketidakpastian nilai tukar. Sementara itu, untuk ULN perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang telah di-hedging meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2015 lalu menjadi US$ 1,84 miliar dari US$ 548 juta pada tahun sebelumnya. "Dampaknya bisa dilihat dari angka current account deficit yang turun menjadi 2% di akhir 2015," ujar Hendar, Senin (28/3) di Jakarta.