Heineken bersatu lagi dengan Multibintang



LONDON. Heineken memperbesar ekspansinya di Asia. Jumat (3/8), produsen bir Belanda ini setuju membeli saham Asia Pacific Breweries (APB) di kisaran US$ 4,1 miliar.

Heineken yang sudah memiliki 42% saham produsen bir terbesar Asia ini akan mengakuisisi 40% saham lagi dari Frasel & Neave. Fraser & Neave merupakan perusahaan konglomerat yang tercatat di bursa Singapura dan sudah menjadi rekanan Heineken di Asia.

Asia Pacific Breweries mengoperasikan 30 produsen bir di penjuru Asia, mulai dari Mongolia, Papua Nugini, hingga Kepulauan Solomon. Di Thailand, APB memproduksi Tiger Beer.


Di Indonesia, jika Anda ingat, APB mengakuisisi saham Heineken di PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) pada tahun 2010 silam. APB sampai sekarang mengontrol 75,1% saham produsen bir Bintang itu. Namun kini, Heineken secara tak langsung kembali bersatu dengan MLBI.

Sebelumnya, Heineken berkata bahwa keberhasilan transaksi ini akan memberikan akses langsung ke pasar-pasar penting termasuk Kamboja, Indonesia, China, Malaysia, Selandia Baru, Papua Nugini, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Berebut APB

Sudah beberapa waktu terakhir Asia Pacific Breweries menjadi rebutan. Bulan lalu, Thai Beverage milik milyuner Thailand Charoen Sirivadhanabhakdi menawar untuk membeli 22% saham Fraser & Neave di APB senilai US$ 2,2 miliar.

Tapi menjelang akhir Juli, Heineken Heineken menyampaikan niatnya untuk membeli 40% saham senilai US$ 4,1 miliar. Heineken menetapkan batas waktu Jumat (3/8) lalu bagi Fraser & Neave.

Kesepakatan transaksi itu juga mensyaratkan bahwa Heineken akan membeli sisa saham APB. Nilai pembelian saham yang tersisa sekitar US$ 1,9 miliar. Transaksi tersebut diperkirakan selesai di akhir tahun ini.

Credit Suisse dan Citigroup menjadi penasihat Heineken dalam transaksi ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: