KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Helikopter jenis Mi-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan mengatakan, pihaknya menerima informasi kecelakaan salah satu armada Satuan Tugas (Satgas) Udara Penanganan Karhutla pada Rabu (4/11). "Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para personel yang menjadi korban dalam kejadian ini," ujar Berton dalam konferensi pers BNPB, Kamis (5/11/2026). Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga Ungkap Sederet Pendorongnya Dua prajurit TNI AD yang gugur yakni Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansya dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar. Sementara itu, satu personel lainnya, yakni Serda Hery Prasetyo masih dalam pencarian. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung proses penanganan kecelakaan helikopter jenis Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan, hingga Kamis (5/11), proses evakuasi korban masih berlangsung. Satu jenazah korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang pada Rabu malam, sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi. "Selain mendukung proses evakuasi, kami juga memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan di Bandar Udara Kuala Pembuang agar penanganan kejadian dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan pelayanan penerbangan kepada masyarakat," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026). Mengutip informasi laman Kemenhub pada Rabu (4/11), helikopter tersebut lepas landas dari Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, pada pukul 10.20 WIB menuju lokasi pemadaman di wilayah Telaga Pulang. Baca Juga: BI Ungkap Biang Kerok Inflasi Aceh, Cabai hingga Nasi dengan Lauk Jadi Penyumbang Dalam perjalanan, personel helikopter menginformasikan perubahan area sasaran menuju wilayah Pematang Limau karena kondisi cuaca. Pada pukul 11.17 WIB, petugas pelayanan lalu lintas penerbangan menerima informasi bahwa helikopter mengalami kecelakaan saat melakukan pengambilan air di wilayah perairan laut. Helikopter tersebut membawa delapan personel. Berdasarkan laporan sementara, lima orang tengah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang, sementara dua orang dilaporkan meninggal dunia, dan satu orang masih tahap pencarian.
Helikopter Jatuh Saat Tangani Karhutla, Dua Prajurit TNI AD Gugur
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Helikopter jenis Mi-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan mengatakan, pihaknya menerima informasi kecelakaan salah satu armada Satuan Tugas (Satgas) Udara Penanganan Karhutla pada Rabu (4/11). "Kami sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya bagi para personel yang menjadi korban dalam kejadian ini," ujar Berton dalam konferensi pers BNPB, Kamis (5/11/2026). Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga Ungkap Sederet Pendorongnya Dua prajurit TNI AD yang gugur yakni Letkol CPN (Anumerta) Dudi Firmansya dan Kapten CPN (Anumerta) Nurhafiz Akbar. Sementara itu, satu personel lainnya, yakni Serda Hery Prasetyo masih dalam pencarian. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung proses penanganan kecelakaan helikopter jenis Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan, hingga Kamis (5/11), proses evakuasi korban masih berlangsung. Satu jenazah korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang pada Rabu malam, sementara satu jenazah lainnya masih dalam proses evakuasi. "Selain mendukung proses evakuasi, kami juga memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan di Bandar Udara Kuala Pembuang agar penanganan kejadian dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan pelayanan penerbangan kepada masyarakat," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026). Mengutip informasi laman Kemenhub pada Rabu (4/11), helikopter tersebut lepas landas dari Bandar Udara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, pada pukul 10.20 WIB menuju lokasi pemadaman di wilayah Telaga Pulang. Baca Juga: BI Ungkap Biang Kerok Inflasi Aceh, Cabai hingga Nasi dengan Lauk Jadi Penyumbang Dalam perjalanan, personel helikopter menginformasikan perubahan area sasaran menuju wilayah Pematang Limau karena kondisi cuaca. Pada pukul 11.17 WIB, petugas pelayanan lalu lintas penerbangan menerima informasi bahwa helikopter mengalami kecelakaan saat melakukan pengambilan air di wilayah perairan laut. Helikopter tersebut membawa delapan personel. Berdasarkan laporan sementara, lima orang tengah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kuala Pembuang, sementara dua orang dilaporkan meninggal dunia, dan satu orang masih tahap pencarian.
TAG: