Jakarta. Kementerian Pertanian (Kemtan) memangkas anggaran program Gerakan Nasional (Gernas) Kakao atau coklat dari Rp 1,2 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 235 miliar pada tahun 2016. Ini merupakan dampak dari pemangkasan anggaran Kemtan sebesar Rp 3,29 triliun menjadi Rp 27,58 triliun. Dampaknya, anggaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kemtan dipangkas sebesar Rp 750 miliar dari pagu awal sebesar Rp 1,7 triliun. Dirjen Perkebunan Kemtan Gamal Nasir mengatakan pemangkasan anggaran Kemtan tahun ini berdampak pada minimnya anggaran Gernas Kakao menjadi Rp 235 miliar. Penurunan drastis anggaran Gernas kakao ini diharapkan tidak berdampak luas pada penurunan produktivitas kakao di Indonesia. Ia mengatakan, penurunan signifikan program Gernas Kakao disebabkan pihak DPR dan Pemerintah memandang Kakao bukan sebagai komoditas perkebunan yang strategis dalam perekonomian nasional. "Padahal kontribusi kakao dapat menjaring devisa ekspor senilai US$ 1,3 miliar dan mengangkat taraf hidup kesejahteraan petani sebanyak 1,6 juta kepala keluarga," ujar Gamal, Senin (20/6).
Hemat anggaran, dana Gernas Kakao pun dimungilkan
Jakarta. Kementerian Pertanian (Kemtan) memangkas anggaran program Gerakan Nasional (Gernas) Kakao atau coklat dari Rp 1,2 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 235 miliar pada tahun 2016. Ini merupakan dampak dari pemangkasan anggaran Kemtan sebesar Rp 3,29 triliun menjadi Rp 27,58 triliun. Dampaknya, anggaran Direktorat Jenderal Perkebunan Kemtan dipangkas sebesar Rp 750 miliar dari pagu awal sebesar Rp 1,7 triliun. Dirjen Perkebunan Kemtan Gamal Nasir mengatakan pemangkasan anggaran Kemtan tahun ini berdampak pada minimnya anggaran Gernas Kakao menjadi Rp 235 miliar. Penurunan drastis anggaran Gernas kakao ini diharapkan tidak berdampak luas pada penurunan produktivitas kakao di Indonesia. Ia mengatakan, penurunan signifikan program Gernas Kakao disebabkan pihak DPR dan Pemerintah memandang Kakao bukan sebagai komoditas perkebunan yang strategis dalam perekonomian nasional. "Padahal kontribusi kakao dapat menjaring devisa ekspor senilai US$ 1,3 miliar dan mengangkat taraf hidup kesejahteraan petani sebanyak 1,6 juta kepala keluarga," ujar Gamal, Senin (20/6).