Henkel Perkuat Ekosistem Teknologi Perakitan Manufaktur Alat Medis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Henkel melalui merek LOCTITE berpartisipasi dalam Indonesia Int’l Hospital Expo 2026 yang berlangsung pada 7–10 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. Dalam ajang tersebut, LOCTITE menghadirkan rangkaian teknologi perakitan untuk mendukung kebutuhan manufaktur alat medis.

Pertumbuhan industri alat medis di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap proses manufaktur yang semakin efisien, sekaligus memenuhi standar keselamatan dan biokompatibilitas. Dalam proses tersebut, presisi perakitan dan keandalan material menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi.

Kementerian Kesehatan memprediksi industri alat kesehatan tumbuh sekitar 12% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini turut memperkuat produksi dan distribusi alat medis di dalam negeri, sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap proses manufaktur yang mampu memenuhi standar kualitas dan keselamatan.


“Seiring perkembangan industri alat medis, LOCTITE menghadirkan solusi perakitan yang mengedepankan standar biokompatibilitas ISO 10993, efisiensi operasional, dan prinsip keberlanjutan,” ujar Jimmy Purnama, Country Business Head Indonesia untuk divisi General Manufacturing and Maintenance Henkel, dalam keterangannya, Kamis (8/10).

Baca Juga: Pengusaha Industri Pengerjaan Mesin Soroti Dominasi Mesin Impor di Pasar Domestik

Teknologi LOCTITE dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan perakitan alat medis, mulai dari produk sekali pakai seperti jarum, kateter, dan kantong cairan hingga perangkat alat medis yang dapat dipakai kembali, seperti endoskop dan instrumen bedah.

Penerapannya juga mencakup peralatan perawatan pasien, antara lain mesin CPAP, ventilator, dan pompa infus, serta peralatan rumah sakit seperti kursi roda, tempat tidur, dan perangkat medis seperti X-Ray, MRI, PET, dan ultrasonografi (USG).

Dari sisi keberlanjutan, Jimmy mengatakan efisiensi manufaktur tidak hanya berkaitan dengan kecepatan produksi, tetapi juga dengan upaya mengurangi limbah dan menerapkan prinsip sirkularitas.

“Dengan meminimalkan limbah, mengurangi pengerjaan ulang (rework), dan memperpanjang masa pakai perangkat alat medis, teknologi LOCTITE turut membantu menekan konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi proses produksi secara keseluruhan,” ujarnya.

Seiring meningkatnya tuntutan terhadap presisi alat medis, kekuatan sambungan yang mampu bertahan dalam berbagai metode sterilisasi juga menjadi faktor penting. Metode tersebut antara lain E-Beam, autoklaf, Ethylene Oxide (ETO), dan hidrogen peroksida. Karena itu, teknologi perakitan perlu dipertimbangkan sejak tahap awal perancangan perangkatalat medis untuk memastikan keandalan produk hingga tahap akhir penggunaannya.

Baca Juga: Ekspor Mainan Indonesia Naik 18,2% Jadi US$ 351,8 Juta di Semester I 2026

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Henkel melalui kerangka 2030 Sustainability Ambition untuk mendorong dampak berkelanjutan melalui operasi yang lebih rendah emisi, efisiensi sumber daya, dan penerapan prinsip sirkularitas melalui inovasi teknologi.

“Partisipasi kami dalam pameran ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri alat medis melalui teknologi berstandar global yang mendukung proses produksi yang aman, presisi, dan efisien,” kata Jimmy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: