KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) memproyeksikan kinerja operasional dan keuangan pada Semester II-2026 tetap bertumbuh. HEAL menargetkan peningkatan tidak hanya dari sisi pendapatan, tetapi juga profitabilitas. Direktur Utama HEAL Yulisar Khiat mengatakan, pertumbuhan tersebut akan ditopang peningkatan volume pasien, optimalisasi utilisasi aset, serta efisiensi operasional di seluruh unit rumah sakit. “Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan pendapatan, tetapi juga peningkatan profitabilitas melalui pengendalian biaya dan peningkatan produktivitas,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Usai Diakuisisi Tjokro Group, Geoprima Solusi (GPSO) Bidik Pasar Filipina Yulisar menambahkan, seluruh unit rumah sakit diwajibkan memiliki target terukur yang dievaluasi secara berkala setiap bulan. Kinerja tersebut dipantau melalui indikator operasional dan keuangan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Untuk mendorong kinerja di paruh kedua tahun ini, HEAL menyiapkan empat strategi utama. Pertama, meningkatkan volume pasien melalui penguatan jejaring rujukan serta kerja sama dengan korporasi, asuransi, dan BPJS. Kedua, mengoptimalkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) dengan memperbaiki alur layanan pasien serta meningkatkan konversi pasien rawat jalan menjadi rawat inap. Ketiga, perseroan terus mengembangkan layanan unggulan, seperti onkologi, kardiovaskular, bedah, program bayi tabung (IVF), serta layanan eksekutif yang memberikan nilai tambah. Keempat, HEAL mempercepat transformasi digital guna meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, kualitas data, serta kecepatan pengambilan keputusan. “Setiap program memiliki penanggung jawab, target waktu, indikator kinerja, serta evaluasi berkala agar seluruh strategi dapat berjalan optimal dan transparan,” jelas Yulisar. Di tengah persaingan industri rumah sakit yang semakin ketat, HEAL menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. Hal ini dilakukan melalui disiplin biaya, peningkatan produktivitas sumber daya manusia, serta optimalisasi utilisasi aset. Selain itu, pengembangan layanan dengan margin lebih tinggi juga menjadi fokus perseroan. Setiap rencana investasi maupun ekspansi akan melalui kajian kelayakan yang komprehensif, termasuk pengukuran dampaknya terhadap pendapatan, EBITDA, dan laba bersih.
Baca Juga: Berencana Delisting, Indointernet (EDGE) Suntik Modal Anak Usaha Rp 25 Miliar Ke depan, HEAL akan menjalankan ekspansi secara selektif dengan prinsip value creation. Setiap proyek harus memiliki target pengembalian investasi (return on investment/ROI), jadwal implementasi yang jelas, serta sistem monitoring yang ketat.
Tak hanya itu, perseroan juga akan memperkuat bisnis operatorship melalui PT Medika Loka Manajemen (MLM) sebagai salah satu sumber pertumbuhan pendapatan konsolidasi yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News