HEXA incar penjualan tumbuh 10%



JAKARTA. Banyaknya perusahaan yang berkecimpung pada bisnis batubara dan perkebunan menjadi berkah bagi para pemain di industi alat berat. Melihat prospek cerah ini, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 10% pada tahun fiskal 2012-2013 mendatang.

Syamsu Anwar, Direktur Keuangan Hexindo mengatakan, pertumbuhan tersebut akan ditopang dengan dibukanya beberapa cabang baru Hexindo di sejumlah daerah. Dia mengatakan, saat ini, Hexa tengah mempersiapkan untuk membuka sebuah kantor cabang di Ternate, Maluku Utara.

Rencana ini seakan menyambung rencana bisnis Hexindo yang baru saja membuka kantor perwakilan di Merauke, Papua, untuk menyasar penjualan alat berat di bidang konstruksi dan kehutanan. “Tahun ini kami akan melakukan pembukaan cabang di berbagai wilayah di Indonesia. Kami belum bisa sampaikan jumlah cabang yang akan dibuka pada tahun ini," katanya saat dihubungi KONTAN, di Jakarta, Minggu (8/4) kemarin.


Permintaan tinggi

Untuk memuluskan hajatan itu, emiten dengan kode saham HEXA itu telah menyediakan anggaran belanja modal atau capital expenture (capex) sebesar US$ 20 juta untuk tahun fiskal April 2012-Maret 2013. "Capex sekitar US$ 20 juta akan diambil dari kas internal perseroan. Dana tersebut nantinya yang akan digunakan untuk membuka sejumlah cabang baru di beberapa wilayah Indonesia," katanya.

Syamsu mengungkapkan, target penjualan sebesar 10% merupakan target yang realistis. Pasalnya, "Saat ini, permintaan alat berat di Indonesia telah mencapai 9.000 unit per tahun. Kami optimistis mencapai target kita," ujar Syamsu.

Untuk diketahui, pada periode April 2011-Desember 2011, HEXA membukukan penjualan sebesar US$ 458,7 juta, atau tumbuh 27,7% ketimbang periode yang sama setahun lalu. Adapun 93% diantaranya dihasilkan dari penjualan alat berat di luar Jawa, yang mencapai US$ 426,3 juta. Sementara penjualan di Pulau Jawa hanya US$ 32,3 juta, atau 7% dari total penjualan.

Pertumbuhan total penjualan HEXA pada periode April-Desember 2011 juga ditopang oleh pertumbuhan penjualan komponen alat berat sebesar 20% menjadi US$ 83,2 juta. Selain itu, jasa perawatan dan perbaikan kepada pihak ketiga juga tumbuh 34% menjadi US$ 51,5 juta.

Sebelumnya, Heri Akhyar, Sekretaris Perusahaan Hexindo mengatakan, perusahaan di sektor kehutanan dan perkebunan mendominasi pemesanan alat berat. "Alat-alat berat yang dipesan, umumnya jenis excavator berbobot 10-20 ton yang harganya US$ 100.000 per unit," katanya.

Saat ini, Hexindo menjadi distributor sejumlah alat berat dengan bendera Hitachi, John Deere, dan Bell. Hingga kini, mereka telah memiliki 37 cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News