Hexindo Adiperkasa (HEXA) Prediksi Permintaan Alat Berat Menurun pada Tahun 2024



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penyedia produk dan layanan alat berat, PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyatakan permintaan alat berat untuk sektor komoditas dan konstruksi diprediksi menurun di tahun 2024.

Corporate Secretary Hexindo Adiperkasa, Listiana Kurniawati mengatakan, menurunnya permintaan alat berat terlihat dari kondisi market yang menunjukkan penurunan karena posisi wait and see dari agenda Pemilu tahun ini.

"Diperkirakan terjadi penurunan (permintaan alat berat) di sektor pertambangan dan konstruksi," kata Listiana kepada Kontan, Selasa (9/1).


Listiana menjelaskan, permintaan pasar untuk alat berat tahun ini tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi politik dalam negeri tetapi juga dipengaruhi geopolitik. 

Baca Juga: Waskita Beton Precast (WSBP) Raih Kontrak Proyek Senilai Rp 20,5 Miliar

Kendati demikian, dirinya tetap optimis kinerja perseroan akan tumbuh positif melalui sejumlah strategi, di mana salah satunya dengan memperluas diversifikasi product line dan product range. Selain itu, perseroan juga memperkuat bisnis value chain.

"Dengan diversifikasi product range yakni bergabungnya beberapa merek andalan seperti truk Foton, Camino Tandem Road Roller, Dynapac Single Dru, Roller dan Morooka Carrier Dump dalam jajaran penjualan alat berat kami, harapannya kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dalam One Stop Solution Services," tutupnya.

Listiana merinci, penjualan alat berat dari perseroan mencapai 1.800 unit hingga November 2023. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan excavator lebih dari 95%. Sementara, perseroan menargetkan 2.375 unit excavator terjual di tahun ini.

"Sejauh ini market share excavator sedikit naik kurang lebih 1,5% jika dibandingkan dengan full year 2022. Sementara untuk data penjualan alat berat hingga 2023 belum tersedia," ucapnya.

Selain penjualan alat berat untuk sektor komoditas, lanjut Listiana, penjualan untuk sektor pertanian dan kehutanan optimis bakal meningkat moderate di tahun 2024.

Baca Juga: Startup Topindo Solusi Komunika (TOSK) Menggelar IPO, Incar Dana Rp 109 Miliar

"Optimis dengan moderate increment di sektor pertanian dan kehutanan walaupun posisi harga pulp mengalami penurunan," ujarnya.

Listiana menambahkan, sektor pertanian dan kehutanan berkontribusi masing-masing sekitar 30% dari total penjualan excavator milik perseroan. Sementara sektor konstruksi dan pertambangan masing-masing berkontribusi kurang lebih 15% sepanjang tahun 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi