Hexnode Bidik Bisnis US$ 10 Juta di Pasar Endpoint Management Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia solusi Unified Endpoint Management (UEM) Hexnode memperkuat ekspansi bisnisnya di Indonesia dengan menunjuk Ingram Micro Indonesia sebagai distributor resmi.

Melalui kemitraan tersebut, Hexnode membidik nilai bisnis kolektif hingga US$ 10 juta seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi pengelolaan perangkat dan keamanan siber.

Enterprise Sales Director ASEAN Hexnode Keith O'Leary mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar prioritas perusahaan di kawasan Asia Tenggara. Menurut dia, selain didukung pertumbuhan ekonomi digital, permintaan terhadap solusi endpoint management juga terus meningkat seiring semakin banyaknya perangkat yang terhubung ke jaringan perusahaan.


"Untuk pasar Indonesia, kami menargetkan nilai bisnis kolektif hingga US$ 10 juta melalui kemitraan ini," ujar Keith dalam acara peluncuran kemitraan di Jakarta, Rabu (22/7).

Baca Juga: APTI Desak Pemerintah Batalkan Aturan Pembatasan Nikotin dan Tar

Ia menjelaskan, pemilihan Ingram Micro sebagai distributor resmi didasarkan pada reputasi perusahaan serta luasnya jaringan mitra yang dimiliki di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, Hexnode berharap dapat memperluas penetrasi pasar melalui jaringan reseller, system integrator, dan managed service provider yang telah dimiliki Ingram Micro.

Keith menilai prospek pasar solusi endpoint management di Indonesia masih terbuka lebar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam mengelola berbagai jenis perangkat yang digunakan dalam operasional bisnis, mulai dari komputer, perangkat seluler, hingga perangkat berbasis Internet of Things (IoT).

Menurutnya, tren penggunaan perangkat pribadi untuk bekerja (bring your own device atau BYOD) juga semakin mendorong perusahaan untuk memperkuat pengelolaan dan keamanan data. Melalui solusi yang dikembangkan Hexnode, perusahaan dapat memisahkan data pribadi dan data perusahaan dalam satu perangkat sehingga keamanan informasi tetap terjaga tanpa mengganggu aktivitas pengguna.

Platform Hexnode UEM sendiri memungkinkan perusahaan mengelola dan mengamankan berbagai perangkat melalui satu konsol terpusat. Solusi tersebut mendukung berbagai sistem operasi, mulai dari Windows, macOS, Linux, Android, iOS, hingga platform enterprise lainnya. 

Selain itu, platform ini juga dilengkapi kemampuan patch managementremote monitoring and management, otomasi, manajemen aplikasi, serta fitur kepatuhan terhadap regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

Di sisi lain, President Director Ingram Micro Indonesia Mulia Dewi Karnadi mengatakan kebutuhan pengamanan perangkat kini tidak lagi terbatas pada komputer atau laptop perusahaan. Berbagai perangkat IoT yang terhubung ke jaringan perusahaan juga memerlukan pengelolaan dan perlindungan yang sama.

"Kalau dulu security identik dengan notebook, sekarang hampir semua perangkat memiliki akses jaringan. Artinya seluruh perangkat tersebut juga harus dikelola, termasuk perangkat IoT seperti smartwatch," katanya.

Mulia menambahkan, salah satu keunggulan solusi Hexnode adalah kemampuannya mengelola lebih dari sembilan sistem operasi dalam satu platform. Menurut dia, kemampuan tersebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang memiliki lingkungan teknologi informasi yang semakin kompleks.

Selain memperluas portofolio solusi keamanan siber, Ingram Micro juga akan memberikan dukungan kepada mitra melalui pelatihan teknis, integrasi solusi, hingga strategi pemasaran. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu reseller dan system integrator mengembangkan layanan managed services sekaligus menciptakan peluang pendapatan berulang (recurring revenue).

Prospek bisnis solusi keamanan endpoint juga ditopang meningkatnya ancaman siber di Indonesia. Berdasarkan data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Indonesia mencatat 5,5 miliar insiden siber sepanjang 2025, meningkat 714%dibandingkan rata-rata empat tahun sebelumnya. Pada awal 2026, BSSN kembali mendeteksi sekitar 1,52 miliar insiden siber.

Melalui kemitraan ini, Hexnode berharap semakin banyak perusahaan di Indonesia yang dapat memperkuat keamanan siber sekaligus menyederhanakan pengelolaan perangkat di tengah semakin luasnya penerapan kerja hybrid dan transformasi digital di berbagai sektor industri.

Baca Juga: Meski Mundur, Nanik Tetap Diminta Prabowo Kawal Pembenahan BGN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News