Hezbollah Minta Warga Israel di Dekat Perbatasan Mengungsi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, memperingatkan warga Israel yang tinggal di dekat perbatasan kedua negara agar segera meninggalkan tempat tinggal mereka. 

Seruan itu disampaikan melalui pesan berbahasa Ibrani yang diunggah di kanal Telegram kelompok tersebut pada Jumat (6/3/2026).

Dalam pesan tersebut, Hezbollah meminta warga Israel yang tinggal dalam radius sekitar 5 kilometer dari perbatasan Lebanon–Israel untuk mengevakuasi diri. 


Baca Juga: Singapura Kenakan Sanksi pada 4 Warga Israel atas Kekerasan Ekstremis di Tepi Barat

Peringatan ini muncul kurang dari sehari setelah Israel sebelumnya meminta warga meninggalkan kawasan pinggiran selatan Beirut.

Seruan Israel itu memicu eksodus warga dari wilayah yang dikenal sebagai Dahiyeh, kawasan di selatan ibu kota Lebanon yang menjadi basis kuat Hezbollah.

Lebanon sendiri terseret ke dalam konflik di Timur Tengah pada Senin lalu setelah Hezbollah melepaskan tembakan ke arah Israel. 

Serangan tersebut kemudian dibalas Israel dengan serangan udara yang menargetkan pinggiran selatan Beirut serta wilayah Lebanon bagian selatan dan timur.

Hezbollah menegaskan tindakan militer Israel tidak akan dibiarkan tanpa balasan. 

Kelompok itu menyebut agresi militer Israel telah melanggar kedaulatan Lebanon, menghancurkan infrastruktur sipil, serta memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Pasukan Israel Gempur Gaza pada Peringatan Dua Tahun Perang

Di sisi lain, Israel menyatakan tidak akan mengevakuasi kota-kota di wilayah perbatasannya. 

Pemerintah Israel juga mengirim tambahan pasukan ke Lebanon dan menyebut langkah tersebut sebagai upaya pertahanan untuk melindungi warga yang tinggal di dekat perbatasan.