KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyatakan optimisme menyambut lelang proyek energi baru terbarukan (EBT) yang akan digelar PT PLN (Persero) pada 2026. Keyakinan ini sejalan dengan arah pengembangan pembangkit energi bersih dalam RUPTL PLN 2025–2034 serta kesiapan pipeline proyek HGII yang dikembangkan secara selektif dan berkelanjutan. HGII menilai peluang lelang EBT masih terbuka luas, terutama untuk jenis pembangkit yang memiliki karakteristik andal dan mendukung stabilitas sistem kelistrikan nasional. Perseroan memprioritaskan pembangkit listrik tenaga air yang berfungsi sebagai base load, sekaligus sejalan dengan kebijakan transisi energi pemerintah.
Baca Juga: HGII Perkuat Investasi Energi Terbarukan, Bidik Kapasitas 100 MW pada 2031 HGII menegaskan strategi pertumbuhan tidak diarahkan pada ekspansi kapasitas secara agresif. Perseroan lebih menekankan kualitas proyek dengan mempertimbangkan kelayakan teknis, profil risiko hidrologi maupun feedstock, kepastian eksekusi, serta keberlanjutan operasional jangka panjang. Robin Sunyoto, Direktur Utama HGII menyatakan bahwa perseroan membangun pipeline proyek secara disiplin dan selektif. Setiap peluang lelang kami evaluasi secara menyeluruh agar sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang dan mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. "Pada Kuartal Pertama 2026 ini kami tengah berpartisipasi pada lelang pembangkit listrik tenaga air di Sumatera Utara dan pembangkit listrik tenaga bioenergi di Kalimantan Barat,” ungkap Robin Sunyoto, Direktur Utama HGII dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Hero Global Investment (HGII) Bidik Peluang dari Pengadaan EBT Akhir Tahun Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dan PLN dalam mempercepat transisi energi, HGII menilai pembangkit EBT akan semakin berperan sebagai sumber energi bersih yang andal. Pengalaman perseroan sebagai pengembang sekaligus operator pembangkit EBT menjadi modal penting dalam memahami seluruh siklus proyek, mulai dari tahap pengembangan, konstruksi, hingga operasi. Saat ini, HGII mengoperasikan dua pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dengan total kapasitas terpasang 19 MW serta memiliki kepemilikan minoritas pada pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) berkapasitas 3 MW. Portofolio tersebut mencerminkan rekam jejak perseroan dalam pengelolaan pembangkit EBT secara berkelanjutan. “Keselarasan antara arah kebijakan energi nasional dan fokus bisnis Perseroan menjadi dasar optimisme kami. HGII melihat lelang PLN 2026 sebagai bagian dari peluang pertumbuhan yang terukur dan berkelanjutan, bukan semata-mata ekspansi jangka pendek,” tambahnya. Ke depan, HGII akan terus memperkuat kesiapan internal serta mengevaluasi setiap peluang proyek EBT secara prudent dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Baca Juga: Hero Global (HGII) Pacu Ekspansi ke Energi Air, Bidik Proyek PLTA dan PLTM Milik PLN Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News