Hilirisasi Ragi Nusantara Membidik Pasar Ekspor Tempe



KONTAN.CO.ID - JAKARTA..  Kekayaan biodiversitas Indonesia menyimpan potensi besar untuk berkembang menjadi produk pangan bernilai tambah. Hasil riset kini tidak hanya berhenti di laboratorium. Tapi bisa masuk ke skala produksi dan pasar.

Salah satu yang tengah dikembangkan adalah Ragi Nusantara. Riset tim Universitas Indonesia (UI) di bawah kepemimpinan Wellyzar Sjamsuridzal mengeksplorasi keragaman Rhizopus yang berperan dalam proses fermentasi tempe.

Penelitian tersebut untuk menghasilkan ragi yang lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan sekaligus memanfaatkan biodiversitas mikroorganisme Indonesia.


"Melalui riset dan kolaborasi, keragaman mikroorganisme dapat dikembangkan secara bertanggung jawab menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wellyzar, dalam keterangannya, Rabu (9/9). 

Baca Juga: ExxonMobil Garap Peluang Bisnis Pelumas di Sektor Tambang

Pemerintah melihat pengembangan tempe juga memiliki potensi ekonomi. Produk pangan tersebut dinilai berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah untuk menyasar pasar ekspor.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan mengatakan, keterlibatan industri diperlukan agar hasil penelitian dapat dikembangkan dalam skala produksi yang lebih besar.

“Saya membayangkan riset sudah ada, bahan sudah ada, inovasi produknya nanti bisa kita buat. Kita tinggal mencari offtaker industri yang mampu memproduksi tempe kelas ekspor,” kata Fauzan.

Dalam program tersebut, FKS Group terlibat sebagai mitra industri dalam pengembangan Ragi Nusantara. Perusahaan agrifood ini mendukung pengembangan hasil riset menuju kebutuhan produksi dan pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News