Hillcon (HILL) Targetkan Pendapatan Tumbuh hingga Dua Kali Lipat Pada Tahun 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Hillcon Tbk (HILL) memasang target optimistis tahun ini pasca melakukan initial public offering (IPO).

Direktur PT Hillcon Tbk Jaya Angdika, menargetkan pertumbuhan pendapatan HILL tahun ini dapat mencapai 1,5 kali sampai 2 kali lipat dari tahun sebelumnya. Dari sisi bottomline,  HILL diharapkan dapat mencetak laba bersih sekitar Rp 700 miliar.

Jaya mengungkapkan, Hillcon berhasil meraih pendapatan sekitar Rp 3,2 triliun sampai dengan Desember 2022, dengan laba induk sekitar Rp 300 miliar.


CEO Hillcon Hersan Qiu mengatakan, dengan dilaksanakannya IPO, Hillcon akan berfokus sebagai kontraktor tambang nikel. Keunikan posisi sebagai kontraktor tambang nikel dibanding kontraktor hasil tambang lainnya adalah naik turunnya harga tidak berpengaruh terhadap kinerja Hillcon sebagai penyedia jasa usaha pertambangan.

Baca Juga: Bookbuilding IPO Hillcon (HILL) Catat Oversubscribed 1,3 Kali

“Berdasarkan pengalaman, kami tetap diminta produksi semaksimal mungkin baik di saat tren harga nikel sedang turun maupun tren harga nikel sedang naik, karena pertumbuhan kapasitas smelter nikel di Indonesia yang terus bertumbuh membuat permintaan atas nikel ore terus bertumbuh juga" kata Hersan kepada media, Kamis (9/2).

Dari sisi sektoral, Hersan menyebut bisnis nikel di Indonesia cukup efisien, sehingga prospek ke depannya, terutama dengan utilisasinya sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik, sangat cerah.

"Kebijakan pemerintah Indonesia untuk hilirisasi produk nikel di mana supply chain industri nikel semuanya di lokasi yang sama membuat biaya produksi hasil turunan nikel menjadi efisien dan industri nikel tetap bisa produksi walaupun tren harga nikel turun" imbuhnya.

Dia menegaskan, jangkauan geografis Hillcon memungkinkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya di lokasi yang beragam, dan memberi Hillcon keunggulan kompetitif dalam memenangkan proyek di seluruh negeri. 

Saat ini Hillcon beroperasi di sejumlah lokasi, yaitu di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara. 

Baca Juga: BEI : Terdapat 38 Perusahaan dalam Pipeline IPO

Sebagai gambaran, perusahaan yang bergerak di sektor kontraktor nikel ini berencana melepas 442,3 juta lembar saham atau 15% dari modal, dengan harga berkisar Rp 1.250 hingga Rp 2.000 per lembar saham.  Dana yang bakal diraih dari aksi korporasi tersebut sedikitnya Rp 552,87 miliar dan sebanyak-banyaknya Rp 884,6 miliar.

Rencananya, sekitar 55% dari keseluruhan dana hasil IPO HILL akan digunakan untuk modal kerja anak usaha, yakni PT Hillconjaya Sakti (HS) untuk biaya produksi penambangan, termasuk biaya bahan bakar, overhead, dan pemeliharaan seluruh alat-alat. Sedangkan, sisanya sebanyak 45% akan digunakan untuk belanja modal atau capex untuk pembelian alat-alat berat seperti main fleet dan supporting fleet yang akan mendukung kegiatan operasional HS di sektor nikel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi