KONTAN.CO.ID - Langkah Menteri BUMN Erick Thohir, mentransformasikan perbankan syariah pelat merah lewat aksi merger, mendapat apresiasi banyak pihak. Bank bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk itu, digadang-gadang masuk jajaran 10 bank terbesar di Tanah Air dengan kepemilikan aset Rp 214,65 triliun. Kelak, kinerja bank hasil gabungan Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah dan Bank BRI Syariah (BRIS) ini, akan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Bank Mandiri (BMRI). Hal wajar, lantaran aset BSM sebagai anak usaha BMRI mencapai separuh total aset bank hasil merger, Rp 114,40 triliun. Lain halnya dengan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang harus merelakan hilangnya pencatatan kinerja aset syariahnya dari laporan keuangan, alias tidak lagi dikonsolidasikan. Kecemburuan sebagai sesama instansi BUMN perbankan, mungkin saja muncul.
Himbara Kelima
KONTAN.CO.ID - Langkah Menteri BUMN Erick Thohir, mentransformasikan perbankan syariah pelat merah lewat aksi merger, mendapat apresiasi banyak pihak. Bank bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk itu, digadang-gadang masuk jajaran 10 bank terbesar di Tanah Air dengan kepemilikan aset Rp 214,65 triliun. Kelak, kinerja bank hasil gabungan Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah dan Bank BRI Syariah (BRIS) ini, akan dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Bank Mandiri (BMRI). Hal wajar, lantaran aset BSM sebagai anak usaha BMRI mencapai separuh total aset bank hasil merger, Rp 114,40 triliun. Lain halnya dengan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) yang harus merelakan hilangnya pencatatan kinerja aset syariahnya dari laporan keuangan, alias tidak lagi dikonsolidasikan. Kecemburuan sebagai sesama instansi BUMN perbankan, mungkin saja muncul.