JAKARTA. Realisasi anggaran Kementerian Pertanian (Kemtan) hingga Juni ini masih amat rendah. Tercatat pada posisi 1 Juni, realisasi anggaran APBNP baru sebesar 18%. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode tahun 2014 sebesar 27,11%. Kemtan menargetkan Juli nanti ditargetkan bisa menyerap anggaran APBNP hingga 60%. Namun meningkatkan serapan anggaran tidak semudah membalikkan telapak tangan. Gamal Nasir, Direktorat Jenderal Perkebunan Kemtan menjelaskan, rendahnya serapan Dirjen Perkebunan karena terkendala dua faktor. Pertama, masalah tander yang lama untuk merealisasi program Dirjen Perkebunan khususnya untuk tebu dan kakao. Kedua, beberapa daerah mengundurkan diri karena lebih memilih untuk penggunaan APBD dibandingkan APBN. "Tim perkebunan pusat sedang turun ke daerah untuk mensosialisasikan bahwa ada dana pusat yang dialokasikan untuk perkebunan daerah. Sehingga, mereka tidak tergantung hanya dari APBD," terang Gamal pada Senin (1/6).
Hingga 1 Juni, serapan anggaran Kemtan baru 18%
JAKARTA. Realisasi anggaran Kementerian Pertanian (Kemtan) hingga Juni ini masih amat rendah. Tercatat pada posisi 1 Juni, realisasi anggaran APBNP baru sebesar 18%. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode tahun 2014 sebesar 27,11%. Kemtan menargetkan Juli nanti ditargetkan bisa menyerap anggaran APBNP hingga 60%. Namun meningkatkan serapan anggaran tidak semudah membalikkan telapak tangan. Gamal Nasir, Direktorat Jenderal Perkebunan Kemtan menjelaskan, rendahnya serapan Dirjen Perkebunan karena terkendala dua faktor. Pertama, masalah tander yang lama untuk merealisasi program Dirjen Perkebunan khususnya untuk tebu dan kakao. Kedua, beberapa daerah mengundurkan diri karena lebih memilih untuk penggunaan APBD dibandingkan APBN. "Tim perkebunan pusat sedang turun ke daerah untuk mensosialisasikan bahwa ada dana pusat yang dialokasikan untuk perkebunan daerah. Sehingga, mereka tidak tergantung hanya dari APBD," terang Gamal pada Senin (1/6).