Hingga Akhir 2023, Indo Tambangraya (ITMG) Targetkan Penjualan 21,1 Juta Ton Batubara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume produksi 16,9 juta ton batubara hingga akhir tahun ini. Adapun volume penjualan diestimasikan sebesar 21,1 juta ton batubara.

“Dari target volume penjualan tersebut, 77% harga jualnya telah ditetapkan sedangkan 23% sisanya mengacu pada indeks harga batubara,” kata Direktur Utama ITMG Mulianto beberapa waktu lalu.

Sebagai perbandingan, tahun lalu ITMG memproduksi batubara sebanyak 16,6 juta ton dengan volume penjualan tercapai sebanyak 18,9 juta ton. Ini artinya, tahun ini volume produksi ITMG diperkirakan naik 1,8% dengan volume penjualan naik 11,6% dari tahun lalu.


Adapun volume produksi dan penjualan batubara ITMG mengalami pertumbuhan sepanjang periode Januari-September 2023.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Operasikan Ready-Mixed Batching Plant di Manado

Pada sembilan bulan pertama tahun 2023, volume produksi ITMG mencapai 13,4 juta ton. Realisasi ini naik 9% dibandingkan produksi di periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 12,3 juta ton batubara. Pencapaian ini melampaui target manajemen, yang didukung kondisi cuaca yang bersahabat dan manajemen operasional yang efektif.

Bersamaan, volume penjualan ITMG juga naik, dimana ITMG mencatat volume penjualan sebanyak 15,3 juta ton. Penjualan ini naik 10,86% dari volume penjualan di periode Januari-September 2022 yang sebesar 13,8 juta ton.

China masih menjadi pangsa pasar utama ITMG dengan penjualan mencapai 5,4 juta ton, disusul Indonesia sebesar 3,6 juta ton, Jepang sebesar 1,9 juta ton, Filipina sebanyak 1,2 juta ton, Thailand sebanyak 800.000 juta ton. Sisanya dijual di negara-negara lain di Asia Pasifik dan Eropa.

ITMG juga terus mengembangkan tambang-tambang baru yang dimiliki, salah satunya adalah PT Graha Panca Karsa (GPK). Konsesi ini memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan total area seluas 5.060 hektar.

Sejak tahun lalu sampai dengan triwulan ketiga tahun 2023, Graha Panca Karsa telah melakukan beberapa persiapan guna memulai operasi tambang di tahun depan, di antaranya pembersihan lahan dan persiapan area pelabuhan dan jalan angkut.

Graha Panca Karsa juga sudah memulai kegiatan pengeboran untuk pengambilan sampel geoteknik, melakukan desain teknik, fabrikasi dan menentukan lokasi penambangan yang potensial. Kegiatan persiapan akan terus dilakukan hingga GPK memulai produksi batubara pada tahun 2024.

Adapun batubara dari Graha Panca Karsa akan meningkatkan volume produksi ITMG secara keseluruhan serta memperkaya kualitas batubara yang dimiliki ITMG, sehingga semakin dapat memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) Lakukan Transaksi Afiliasi Rp 4 Miliar Lewat Anak Perusahaan

Sebagai gambaran, kinerja keuangan ITMG masih mengalami tekanan sepanjang periode Januari-September 2023. Ini tercermin dari penurunan laba bersih dan pendapatan ITMG sepanjang periode ini

Melansir laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (10/11), ITMG membukukan laba bersih US$ 405,83 juta. Realisasi ini tergerus 54,6% dibandingkan dengan capaian laba bersih di periode Januari-September 2022 yang mencapai 893,81 juta.

Kinerja topline ITMG juga ikut tertekan. Emiten pertambangan batubara ini membukukan pendapatan senilai US$ 1,82 miliar. Angka ini menurun 30,18% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,61 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi