Hingga Akhir Tahun, Millennium Pharmacon (SDPC) Harapkan Penjualan Naik 6%-7%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten distributor produk farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) mengincar pertumbuhan penjualan 6%-7% sampai akhir tahun nanti. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kenaikan penjualan 2% yang dibukukan hingga periode September 2023. 

Sebagai gambaran, penjualan SDPC per kuartal III-2023 tercatat sebesar Rp 2,44 triliun atau tumbuh 2,09% year on year (YoY) dibandingkan penjualan perusahaan per kuartal III-2022 sebesar Rp 2,39 triliun.

Sebagian besar penjualan SDPC pada sembilan bulan pertama 2023 ditujukan untuk segmen obat resep yakni Rp 1,69 triliun. Setelah itu, SDPC membukukan penjualan alat kesehatan senilai Rp 608 miliar dan obat non resep senilai Rp 140,48 miliar.


Direktur Utama Millenium Pharmacon International Ahmad Bin Abu Bakar menyatakan, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang lebih baik pada Desember mendatang. Begitu pun dengan capaian laba bersih yang diharapkan bisa melewati angka yang dicapai pada tahun lalu. 

Baca Juga: PP Properti (PPRO) Merugi Rp 116,63 Miliar Per Kuartal III 2023

“Kami mengharapkan juga untuk mencapai growth masih dengan single digit tapi lebih baik dari pada 2%,” ungkap Ahmad belum lama ini.

Untuk mencapai target bisnis yang diincar tahun ini Manajemen SDPC berupaya mendapatkan prinsipal-prinsipal baru. Hingga kini, sudah ada empat prinsipal yang berhasil didapatkan SDPC di tahun 2023, yakni PT Dion Farma Abadi, PT Rama Emerald Multi Sukses, PT Pesona Bintang Utama, dan PT Marketama Indah. 

Tanpa menyebutkan secara detail, Ahmad berharap akan ada tambahan prinsipal baru lagi di kuartal keempat ini. Dengan begitu, SDPC akan memiliki sumber revenue tambahan sekaligus produk baru sehingga ada diversifikasi produk. 

Selain penambahan prinsipal baru, perluasan jaringan distribusi juga dilakukan SDPC di tahun ini. Pihaknya mulai melebarkan sayap dengan membuka cabang baru di Purwakarta dan Mataram untuk memaksimalkan potensi penjualan di wilayah-wilayah baru. 

“Dan untuk kuartal keempat ini, kami juga masih mengharapkan dengan cabang baru di Purwakarta dan Mataram bisa beroperasi sebelum tutup tahun,” jelasnya. 

Baca Juga: Begini Dampak Pelemahan Harga Batubara Terhadap Kinerja IMC Pelita Logistik (PSSI)

Terkait alokasi belanja modal atau capital expenditure (Capex), telah terserap sebanyak Rp 13,1 miliar. Dana capex tersebut digunakan untuk pembangunan cabang baru, renovasi cabang eksisting, serta peremajaan armada kendaraan. 

Hingga akhir kuartal III-2023, SDPC meraih laba bersih tahun berjalan senilai Rp 26,73 miliar. Jumlah ini tumbuh 12,12% YoY dibandingkan laba bersih perusahaan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 23,84 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi