Hingga April 2024, BNI Sudah Salurkan KUR Rp 4,59 Triliun



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk hingga akhir April 2024 kemarin telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 4,59 triliun.  Nilai tersebut setara dengan 23,6% dari target kuota tahunan mereka sebesar Rp 19 triliun hingga akhir tahun mendatang.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyampaikan bahwa KUR BNI tersebut sudah disalurkan kepada 20.569 debitur baru BNI untuk tujuan peningkatan taraf hidup hingga upaya kontribusi BNI terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“BNI fokus menyalurkan KUR pada sektor-sektor produktif seperti industri pengolahan, perikanan, dan pertanian, dengan total penyaluran mencapai 38,9%. Menunjukkan komitmen BNI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor-sektor yang memiliki potensi besar,” ujar Okku kepada Kontan, Senin (13/5).


Menurutnya, ke depan BNI optimis bahwa prospek penyaluran KUR BNI hingga akhir tahun dapat berjalan positif. 

Baca Juga: Kredit Sindikasi BNI Tumbuh 106% di Kuartal I 2024

Okki menyebut faktor kebutuhan permodalan usaha yang tinggi dari pelaku usaha mikro dan kecil di Indonesia, juga kondisi ekonomi Indonesia yang tumbuh cukup stabil berpotensi makin mendorong kinerja kredit BNI di sektor ini.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat baik pada kuartal I 2024 semakin memperkuat optimisme BNI dalam memenuhi kebutuhan permodalan usaha pelaku UMKM,” ucap Okki.

Ia menuturkan salah satu upaya yang coba digalakan oleh BNI pada tahun ini juga adalah fokus mendorong debitur yang sudah tidak eligible memperoleh KUR untuk dapat memperoleh pinjaman usaha Non KUR yang tersedia di BNI.

Dengan upaya mengoptimalkan alokasi kuota KUR yang sudah diberikan pemerintah untuk tahun ini, BNI mendorong debitur KUR mereka agar dapat naik kelas ke segmen Non KUR atau komersial sebagai upaya meningkatkan (business scale) denitur.

Dengan sejumlah strategi tadi, BNI berharap dapat menghasilkan akuisisi penyaluran KUR yang berkualitas, efisien, dan berkelanjutan ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi