Hingga April, WIKA kantongi kontrak baru Rp 7,9 T



JAKARTA. Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp 7,9 triliun hingga akhir April 2016. Jumlah tersebut setara dengan 15,1% dari total target yang ditetapkan tahun ini yakni Rp 52,2 triliun.

Pencapaian kontrak baru WIKA tersebut juga mengalami pertumbuhan 61,2 % dari perolehan kontrak anyar perseroan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 4,9 triliun.

Suradi Wongso, Sekretaris Perusahaan WIKA mengatakan, sebagian besar proyek yang diperoleh perseroan berasal dari proyek swasta yakni sekitar 60%. "sedangkan proyek pemerintah menyumbang porsi 30% dan BUMN 10%," katanya pada KONTAN baru-baru ini.


Adapun proyek baru yang telah didapat WIKA diantarnya proyek strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang terdiri dari stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) Bekasi, fasilitas penerangan jalan umum, tank bahan bakar nabati, pembangunan pembangkit listrik mini hydro di Papua senilai Rp207,33 miliar.

Lalu, proyek pembangunan pabrik minyak Goreng di Sumatera Utara senilai Rp 501 miliar, proyek jaringan gas Prabumulih senilai Rp 296 miliar, proyek pembangunan jalan tol Manado–Bitung senilai Rp169,63 miliar, pembangunan elevated road Maros–Bone senilai Rp91,46 miliar, proyek tol Bawen-Solo seksi dua senilai Rp75,4 miliar dan proyek Semanggi Interchange Rp 331 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan