KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan penguatan kebijakan KLM yang mulai berlaku sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk meningkatkan insentif bagi bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas (lending channel) serta bank yang responsif menurunkan suku bunga kredit baru (interest rate channel). Hingga minggu pertama April 2026, total insentif KLM yang telah disalurkan mencapai Rp427,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp358,0 triliun dialokasikan melalui lending channel, sementara Rp69,9 triliun melalui interest rate channel.
Hingga Awal April 2026, Insentif KLM BI Tembus Rp 427,9 Triliun
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) guna mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor-sektor prioritas dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan penguatan kebijakan KLM yang mulai berlaku sejak 16 Desember 2025 diarahkan untuk meningkatkan insentif bagi bank yang aktif menyalurkan kredit ke sektor prioritas (lending channel) serta bank yang responsif menurunkan suku bunga kredit baru (interest rate channel). Hingga minggu pertama April 2026, total insentif KLM yang telah disalurkan mencapai Rp427,9 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp358,0 triliun dialokasikan melalui lending channel, sementara Rp69,9 triliun melalui interest rate channel.
TAG:
- Bank BUMN
- Bank Indonesia
- Bank Pembangunan Daerah
- Bank Swasta Nasional
- Ekonomi Kreatif
- Hilirisasi
- Industri
- Klm
- Konstruksi
- Perry Warjiyo
- Pertanian
- Pertumbuhan Ekonomi
- Perumahan
- UMKM
- suku bunga kredit
- BPD
- KCBA
- kredit perbankan
- Fungsi Intermediasi Perbankan
- BI
- Sektor Prioritas
- Insentif Likuiditas Makroprudensial
- Jasa
- BUSN
- kantor cabang bank asing
- pembiayaan inklusif berkelanjutan