Hingga Juli, CIMB Niaga bukukan pertumbuhan kredit konsumsi sampai 6%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk mampu mencatatkan pertumbuhan kredit konsumer berkisar 5% hingga 6% secara tahunan atau year on year (yoy) per Juli 2021. Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan pelonggaran PPKM saat kondisi Covid-19 bisa dikendalikan. 

“Ini baik sekali, sehingga memberikan ruang gerak yang lebih baik untuk pertumbuhan usaha masyarakat dan nasabah. Sampai Juli, bisnis konsumer masih tetap tumbuh di tengah pandemi walaupun bisa lebih baik jika tidak ada pandemi,” ujar Lani kepada KONTAN pada Jumat (5/9). 

Ia menyatakan segmen kredit pemilikan rumah (KPR) mampu tumbuh 7% yoy per Juli 2021. Sedangkan kredit kendaraan bermotor lewat anak perusahaan CIMB Niaga Auto Finance melesat 13% yoy. 


Namun, bisnis kartu kredit masih terkontraksi 8% yoy, maklum kegiatan terkait travel masih jauh dari normal. Di sisi penghimpunan dana, CIMB Niaga mampu mencatatkan pertumbuhan dana murah atau current account and saving account dobel digit. 

Baca Juga: BNI raup Rp 141 miliar dari transaksi cash management hingga semester I

“Sampai akhir tahun kami harap masih berlanjut positif. Pertumbuhan 5% hingga 6% paling tidak bisa dipertahankan. Asalkan jangan ada PPKM ketat lagi,” paparnya. 

Memang, kredit konsumsi masih jadi andalan perbankan di tengah pandemi. Bank Indonesia (BI) menyebut kredit konsumsi terakselerasi dari 1,9% year on year (yoy) di Juni 2021, meningkat 2,3% yoy menjadi Rp 1.662,0 triliun per Juli 2021. 

“Peningkatan tersebut disebabkan oleh perbaikan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit multiguna. Penyaluran kredit sektor properti pada Juli 2021 tumbuh 4,9% yoy, melambat dibandingkan Juni 2021 tumbuh 5,3% yoy terutama pada kredit konstruksi dan kredit real estate,” mengutip Analisis Uang Beredar BI pada Minggu (5/9).

Kredit konstruksi melambat dari 5,3% yoy menjadi 4,6% yoy pada Juli 2021. Terutama pada kredit untuk konstruksi perumahan sederhana di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sementara itu, kredit real estate tercatat tumbuh negatif sebesar -1,6% yoy, lebih dalam dibandingkan Juni 2021 sebesar -0,5% yoy.

Baca Juga: Perbankan dukung aturan RPIM yang dirilis BI

Hal ini terutama terjadi pada kredit real estate gedung perbelanjaan seperti Mall dan Plaza di DKI Jakarta dan Sulawesi Utara. 

Di sisi lain, KPR ataupun kredit pemilikan apartemen (KPA) kembali mengalami peningkatan dari Rp 7.2% yoy pada Juni 2021 menjadi 7,4% yoy pada Juli 2021, terutama didorong oleh peningkatan KPR dengan tipe di atas 70.

Selanjutnya: Bank Neo Commerce (BBYB) memperluas kerja sama dengan fintech P2P lending

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi