Hingga Juni, giro perbankan tumbuh 9,88%



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank besar berusaha meningkatkan giro untuk menggenjot dana murah. Sampai semester 1 2018, beberapa bank besar mencatat pertumbuhan giro cukup besar bahkan ada beberapa yang tumbuh dua digit.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pertumbuhan giro industri perbankan sampai Juni 2018 lalu sebesar 9,88% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1311 triliun

Bank BNI misalnya mencatat pertumbuhan giro sampai Juni 2018 sebesar 27,6% secara tahunan atau year on year (yoy). Lalu Bank Tabungan Negara (BBTN) juga mencatat pertumbuhan giro sebesar 16,55% yoy sampai Juni 2018. Bank Mandiri tak mau kalah dan berhasil mencatatkan pertumbuhan giro dalam rupiah sebesar 4,5% yoy sampai Juni 2018.


Pertumbuhan giro yang hanya satu digit ini menurut Kepala Hubungan Investor Bank Mandiri Yohan Setio dkarena ada beberapa akun giro yang di akhir bulan mengalami perpindahan ke bank lain.

Meskipun pertumbuhan hanya satu digit, namun jika dilihat dari transaksi giro mengalami kenaikan dua digit sebesar 25,7% yoy. "Peningkatan giro transaksional sebesar 25,7% yoy menjadi Rp 3.454 triliun," kata Panji Irawan, Direktur Keuangan Bank Mandiri, Rabu (29/8).

Vera Eve Lim, Direktur Keuangan Bank Central Asia menjelaskan, kenaikan giro 9,9% yoy pada semester 1 2018 lebih ke giro institusi. "Karena setelah tax amnesty banyak nasabah memindahkan dana mereka ke giro," kata Vera, Senin (27/8).

Lani Darmawan, Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga menargetkan pertumbuhan giro sebesar 12% secara yoy. "Pertumbuhan tersebut berasal dari operating account dan cash management," kata Lani.