Hingga Kuartal III-2023, Sari Roti Serap Capex Rp 107,7 Miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen makanan roti bermerek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) telah menggunakan anggaran belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) hingga kuartal III-2023 sebesar Rp 107,7 miliar. 

Head investor dan public relation ROTI, Hadi Susilo mengatakan dana itu digunakan untuk memperbaiki dan pemeliharaan alat-alat yang dimiliki perusahaan dan sebagian besar untuk pendanaan pembangunan pabrik ke-15 yang berada di Pekanbaru, Riau. 

“Capex yang sudah kita belanjakan hingga 9 bulan ini sudah mencapai Rp 107,7 miliar dan ini sebagian besar untuk repair-maintenance (alat) termasuk juga penyelesaian dari pabrik Pekanbaru,” ungkapnya dalam paparan public ekspose yang dilakukan secara daring, Senin (27/11). 


Baca Juga: Laba Bersih Nippon Indosari Corpindo (ROTI) Melonjak 52,4% pada Tahun 2022

Pabrik di Pekanbaru ini sekaligus akan menjadi pabrik ke-4 milik perseroan di Pulau Sumatra. Sebelumnya ROTI sudah memiliki 14 pabrik di Indonesia, 3 di antaranya berada di Sumatera yaitu di Medan, Palembang dan Batam.

“Kita sampai sekarang sudah punya pabrik total 14 pabrik di Indonesia. Dan kita harapkan pabrik ke 15 ini menjadi pabrik yang melengkapi kehadiran kita di Pulau Sumatera, karena berlokasi sangat strategis di tengah-tengah pulau Sumatera,” tambahnya. 

Kemudian terkait penyelesaian pabrik, Hadi mengatakan perseroan menargetkan pabrik terbaru mereka selesai di akhir tahun 2023. Namun bisa saja mundur di awal tahun atau pertengahan tahun 2024 mendatang. 

 
ROTI Chart by TradingView

“Kita menargetkan menyelesaikan pabrik Pekanbaru di akhir tahun ini, tapi secara realistis bisa selesai di awal atau pertengahan tahun depan. Dan dengan 15 pabrik, kapasitas kita cukup mendukung dan mensupport pertumbuhan perusahaan hingga 2025,” ungkapnya.

Nantinya dengan 15 pabrik, perseroan akan menekan pada besaran belanja modal yang digunakan hingga 2025 mendatang. Hingga saat diperlukannya penambahan kapasitas baru. 

“Bisa dipastikan capex akan terjaga di angka Rp 150 miliar-an saja, jadi tidak akan ada capex yang besar untuk beberapa tahun ke depan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .