Hingga kuartal III, Semen Baturaja (SMBR) kantongi laba bersih Rp 16,62 miliar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berhasil mencetak kinerja positif sepanjang periode Januari-September 2021. Emiten semen pelat merah ini membukukan laba bersih senilai Rp 16,62 miliar per kuartal III-2021. Angka ini berbanding terbalik dari capaian pada periode yang sama tahun lalu, dimana SMBR membukukan kerugian hingga senilai Rp 112,60 miliar.

Naiknya laba bersih SMBR dibarengi dengan kenaikan pendapatannya. Tercatat, SMBR mencetak pendapatan senilai Rp 1,21 triliun, naik 5,47% dari realisasi pendapatan per akhir kuartal III-2020 sebesar Rp 1,15 triliun

Kenaikan pendapatan SMBR tidak terlepas dari kenaikan realisasi volume penjualan. Sampai dengan September 2021, volume penjualan SMBR mencapai 1,34 juta ton. Vice President Corporate Secretary Semen Baturaja Doddy Irawan mengatakan, realisasi ini tumbuh 5% jika dibandingkan dengan volume di periode yang sama tahun lalu sebesar 1.28 juta ton.


Adapun realisasi penjualan SMBR periode bulan September 2021 tumbuh 6% jika dibandingkan dengan volume bulan Agustus. Doddy menyebut, pertumbuhan ini didorong oleh kondisi pasar yang mulai menunjukkan adanya peningkatan.

Baca Juga: Ini pendorong naiknya belanja iklan Media Nusantara Citra (MNCN) menurut analis

“Karena kondisi pandemi Covid 19 yang sudah mulai terkendali dan proyek pemerintah maupun swasta sudah mulai bergerak,” terang Doddy kepada Kontan.co.id, baru-baru ini.

Penjualan semen bungkus masih mendominasi pendapatan SMBR senilai Rp 1,03 triliun, disusul penjualan semen curah senilai Rp 148,32 miliar. SMBR juga mengantongi pendapatan dari Jasa pengangkutan senilai Rp 4,04 miliar dan penjualan mortar senilai Rp 37,74 juta.

Meski pendapatan naik, SMBR berhasil menekan pengeluaran/beban. Misalkan beban pokok penjualan yang menurun 7,13% menjadi Rp 651,54 miliar dari sebelumnya Rp 701,47 miliar. Meski demikian, beban bahan bakar dan listrik SMBR terpantau naik 9,61% menjadi Rp 228,36 miliar.

Beban penjualan juga terpantau menurun 1,27% menjadi Rp 234,13 miliar. Beban umum dan administrasi juga terpangkas 8,10% menjadi Rp 170,84 miliar.

Baca Juga: Hingga Oktober 2021, kontrak baru Wika Beton (WTON) capai Rp 4,2 triliun

Emiten yang berbasis di Sumatra Selatan ini menargetkan penjualan semen sebanyak 2.189.534 ton pada tahun ini atau meningkat 11% dibandingkan tahun sebelumnya.

Memperhatikan kinerja penjualan sampai dengan bulan September 2021, manajemen tetap optimis dapat mencapai target penjualan di tahun 2021. Doddy mengatakan, permintaan  semen secara nasional tumbuh 5,5% per September 2021. Permintaan semen diperkirakan akan terus bertumbuh sampai bulan Desember 2021.

Selanjutnya: Simak kinerja cemerlang Pinago Utama (PNGO) hingga kuartal III-2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi