Hingga Mei 2026, Penyaluran Pembiayaan KPR BSN Capai Rp 5,31 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tingginya suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) perbankan konvensional masih menjadi momentum positif bagi pembiayaan KPR di PT Bank Syariah Nasional (BSN).

Hingga Mei 2026, realisasi penyaluran pembiayaan KPR BSN mencapai Rp 5,31 triliun. Penyaluran KPR perseroan juga masih mencatat tren positif dengan realisasi stabil di atas Rp 1 triliun per bulan.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor mengatakan, KPR syariah masih diminati masyarakat karena memberikan kepastian cicilan hingga akhir tenor pembiayaan.


Baca Juga: Outstanding BSI Griya Capai Rp 69,98 Triliun pada 2025, Nasabah Muda Mendominasi

"Di saat bunga KPR konvensional cenderung tinggi atau bergerak naik, nasabah KPR syariah lebih diuntungkan karena margin atau ujrah telah disepakati di awal," ujar Alex kepada Kontan.co.id, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Alex mengakui kondisi suku bunga tinggi juga turut berdampak terhadap kenaikan biaya dana atau cost of fund perbankan syariah. Karena itu, perseroan tetap menjaga pertumbuhan pembiayaan secara prudent.

Hingga akhir tahun, BSN juga menargetkan total pembiayaan KPR dapat mencapai Rp 15,7 triliun.

Sementara untuk KPR subsidi, perseroan membidik penyaluran sebanyak 73.700 unit pada tahun ini atau naik sekitar 24% dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 59.481 unit.

Untuk menggenjot pertumbuhan pembiayaan KPR syariah, BSN menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya memperkuat kolaborasi dengan developer melalui asosiasi developer.

Baca Juga: Penerbitan Obligasi Korporasi Hingga Mei Tumbuh 30%, Nilainya Capai Rp 78,09 Triliun

Selain itu, perseroan juga mulai menginisiasi kerja sama dengan ekosistem berbasis Islam serta mengembangkan digitalisasi proses dan layanan KPR guna meningkatkan kemudahan akses bagi nasabah.

BSN juga mendorong pembiayaan perumahan yang lebih inklusif dengan menyasar segmen guru ngaji hingga pekerja sektor informal.

Di sisi lain, perseroan terus memperkuat literasi dan inklusi KPR syariah melalui layanan walk-in customer service serta berbagai kegiatan workshop dan edukasi kepada masyarakat.

Menurut Alex, langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penetrasi pembiayaan perumahan syariah sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat di tengah dinamika suku bunga yang masih tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News