Hino Finance Indonesia Catat Laba Tumbuh 19,51% pada Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembiayaan PT Hino Finance Indonesia (HIFI) mencatatkan kinerja positif pada Semester I-2026. Kinerja positif itu tercermin dari pertumbuhan laba bersih perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Hino Finance Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 43,92 miliar pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh signifikan sebesar 19,51%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 36,75 miliar.

Pencapaian pertumbuhan laba tampaknya didorong keberhasilan perusahaan dalam menekan jumlah beban. Sebab, terlihat jumlah pendapatan perusahaan tak mengalami pertumbuhan.


Baca Juga: Laba Summit Oto Finance Melonjak 206,81% pada Semester I-2026

Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 295,34 miliar pada Semester I-2026. Nilainya terkontraksi 5,98%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 314,14 miliar. 

Kontributor utama pendapatan perusahaan pada Semester I-2026 disumbang pos pendapatan sewa pembiayaan sebesar Rp 266,54 miliar. Diikuti pos pendapatan bunga sebesar Rp 21,76 miliar.

Jumlah beban Hino Finance Indonesia tercatat Rp 239,42 miliar pada Semester I-2026. Nilainya menurun signifikan sebesar 10,43%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 267,29 miliar.

Baca Juga: Adira Finance Beberkan Tantangan yang Berpotensi Pengaruhi Kinerja pada Akhir 2026

Sementara itu, nilai aset, ekuitas, dan liabilitas perusahaan kompak tumbuh. Secara rinci, Hino Finance Indonesia membukukan aset sebesar Rp 6,41 triliun pada Semester I-2026. Nilainya bertumbuh 16,12%, jika dibandingkan pencapaian akhir 2025 yang sebesar Rp 5,52 triliun.

Jumlah ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 1,56 triliun pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh 4,70%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 1,49 triliun.

Senada, liabilitas Hino Finance Indonesia tercatat tumbuh 20,35%, dari Rp 4,03 triliun per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 4,85 triliun pada Semester I-2026. Adapun rasio Non Performing Financing neto dan bruto masing-masing 0,48% dan 0,76% pada Semester I-2026. 

Baca Juga: KDB Tifa Finance Peroleh Fasilitas Kredit Rp400 Miliar dari KEB Hana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News