Hipmi dorong pemerintah bangun Silicon Valley



JAKARTA. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya) menyambut baik langkah Twitter yang berencana membangun kantor di Indonesia. Bahkan Hipmi Jaya menilai, sudah saatnya Indonesia punya kawasan semacam Silicon Valley.

“Banyak perusahaan teknologi informasi yang ingin buka kantor di Indonesia sebab marketnya menggiurkan. Hanya saja mereka belum lihat ada value added dan insentifnya seperti apa kalau mereka buka kantor di Indonesia," ujar Ketua Umum Hipmi Jaya Rama Datau Gobel di Jakarta melalui keterangan tertulis, Senin (15/12).

Sebab itu, lanjut dia, Hipmi Jaya mengusulkan ada kawasan khusus atau semacam distrik khusus buat perusahaan-perusahaan TI, content provider,  komputer, dan  sejenis seperti konsep  Silicon Valley ini.


"Sama saja dengan ada namanya distric finance. Jadi ada area khusus,” imbuh dia.

Di Amerika Serikat, Silicon Valley merupakan sebuah julukan sebab daerah ini memiliki banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang komputer dan semikonduktor dan teknologi informasi serta industri kreatif.

Rama mengatakan, kawasan Silicon Valley Indonesia diharapkan akan menjadi basis pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, dimana sektor ini kontribusinya sangat besar untuk perekonomian negara. “Kalau ngumpul di satu kawasan, akan gampang mengelolahnya, gampang dilirik perbankan, bahkan akan banyak didukung oleh investor non bank, seperti angel investor dari luar negeri,” kata Rama.

Sebelum Twitter, Facebook sudah terlebih dahulu membuka kantor di kawasan SCBD Sudirman Jakarta. Kemudian, para petinggi Twitter mendatangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk merealisasikan rencana pembangunan kantor.

Marketing Director Twitter for India and Southeast Asia, Rishi Jaitly, menjelaskan, kedatangannya menemui Ahok untuk menyampaikan rencana pembangunan kantor cabang Twitter di Indonesia yang berpusat di Jakarta. Indonesia, khususnya Jakarta, merupakan salah satu wilayah dengan basis pengguna Twitter terbesar di dunia. Twitter, lanjut dia, akan memperluas fungsi media sosial sebagai sarana pemerintah untuk berkomunikasi dengan warganya. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie